Pertamini di Sukosari Terbakar, Tiga Petugas Terluka
- 15 Jun 2026 16:21 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Sebuah Pertamini di Desa Sukosari Lor, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, terbakar pada Senin (15/6/2026) siang. Akibat kejadian tersebut, tiga petugas yang sedang berjaga mengalami luka ringan dan harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas setempat.
Kapolsek Sukosari, AKP Ahmad Purwanto, mengatakan ketiga korban merupakan petugas yang bertugas pada sif siang. Mereka mengalami luka akibat paparan panas saat kebakaran terjadi.
"Yang korban ada tiga dari sift siang yang jaga pertama ini itu warga Wonokusumo. Dan mengalami lukanya luka ringan hanya karena panas dari kebakaran itu. Sehingga ada yang berapa melepuh, ada yang hanya memar karena panas, memerah," ujar Purwanto.
Menurutnya, kondisi ketiga korban tidak mengkhawatirkan dan diperkirakan segera pulih. "Jadi insyaallah tidak lama sembuh," katanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin pompa yang digunakan untuk mengisi penampung bahan bakar sebelum disalurkan kepada pembeli.
"Dugaan sementara, awal itu dari petugas pertamini itu menghidupkan mesin. Mesin dari dap pompa itu untuk mengisi daripada penampung untuk disalurkan pada pembeli. Nah dari dap itu terjadi korsleting, ada percikan api sehingga timbul kebakaran itu," ungkap Purwanto.
Saat kejadian, di lokasi masih terdapat sisa stok bahan bakar minyak (BBM), baik biosolar maupun Pertamax. Namun jumlahnya tidak banyak karena stok terakhir diisi pada Jumat lalu dan belum dilakukan pengisian kembali.
Petugas Polsek, Koramil, Satpol PP, serta warga setempat membantu proses evakuasi dan penanganan awal sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi. Kebakaran berhasil dipadamkan sekitar 45 menit setelah upaya penanganan dilakukan.
"Kami berinisiatif untuk memanggil dari pemadam yang mana dari Satpol PP, kurang lebih 45 menit, kebakaran bisa diatasi. Alhamdulillah sekarang sudah selesai aman, tinggal kita proses lidik untuk mengetahui penyebab kebakaran itu," tutur Purwanto.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Bondowoso, Vara Tedy, menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 13.18 WIB. Tim Damkar kemudian bergerak ke lokasi dan tiba sekitar 15 menit kemudian.
"Sehingga sekitar 15 menit kita sudah sampai di lokasi dan api kami padamkan sampai kepada proses pendinginan," ujar Vara.
Ia menyebut proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit. Damkar mengerahkan tiga armada, yakni satu unit Karoseri Centro, satu unit water supply, dan satu unit rescue.
"Armada yang dikerahkan satu karusentro, satu water supply, satu rescue. Tiga. Iya, tiga. Terus kemudian satu yang kapasitas 6.000 liter, satunya 5.000 liter," katanya.
Vara menambahkan, stok BBM di lokasi saat kejadian sudah hampir habis sehingga potensi kebakaran yang lebih besar dapat dihindari.
"Tadi kami menggali informasi kebetulan alhamdulillah untuk stok BBMnya itu kayaknya sudah mulai menipis. Hanya beberapa liter saja seperti itu. Dan untungnya tidak nyetok lagi, kalau nyetok lagi ya kita tidak tahu bagaimana kebakaran itu terjadi," ungkapnya.
Akibat kebakaran tersebut, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, meliputi atap, isi dalam bangunan, serta mesin pompa BBM. Api juga sempat merambat ke pohon di sekitar lokasi, namun berhasil dikendalikan sebelum meluas.
Dari pantauan di lokasi, petugas gabungan bersama warga berjibaku memadamkan api yang melahap Pertamini. Kejadian tersebut menarik perhatian warga sekitar dan menyebabkan kemacetan panjang di sekitar jalan Sukosari.
Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp10 juta hingga Rp20 juta. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....