Kemenko Pangan Soroti Harga Plastik Kemasan Imbas Geopolitik Global
- 06 Jul 2026 11:14 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) menyoroti kenaikan harga plastik kemasan yang dikeluhkan para pedagang saat melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Pasar Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, Minggu 5 Juli 2026. Kenaikan harga tersebut disebut dipicu dampak geopolitik global yang mengganggu pasokan bahan baku impor, meski harga komoditas pangan utama masih relatif stabil.
Pemantauan dipimpin Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Maritim Sugeng Santoso bersama Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito. Rombongan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto.
Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harga sejumlah komoditas strategis, seperti beras, telur, ayam, dan daging sapi masih terkendali. Namun, para pedagang menyampaikan adanya kenaikan harga plastik kemasan yang mulai membebani biaya usaha.
"Hasil pemantauan kami di lapangan, harga pangan masih dalam kondisi terkendali. Kami juga mengecek harga minyak, tidak ada masalah. Sementara yang dikeluhkan pedagang adalah kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global yang mengganggu impor plastik kita," ujar Siradj, Minggu 5 Juli 2026.
Menurut Siradj, harga telur yang sebelumnya sempat turun kini kembali normal di kisaran Rp23 ribu per kilogram di tingkat konsumen. Harga daging sapi juga masih berada pada kisaran Rp140 ribu per kilogram untuk daging campuran dan Rp150 ribu per kilogram untuk kualitas premium. Sementara harga ayam potong berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram.
Selain memantau harga, Kemenko Pangan juga memastikan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan lancar. Setiap pekan Perum Bulog menyalurkan sekitar 2 ton beras SPHP ke Pasar Rogojampi dan seluruhnya terserap masyarakat.
Kepala Perum Bulog Cabang Banyuwangi Dwiana Puspitasari menambahkan cadangan beras di gudang Bulog Banyuwangi saat ini mencapai 129 ribu ton. Jumlah tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan masyarakat Banyuwangi selama satu tahun, tetapi juga mendukung distribusi ke berbagai daerah di Indonesia.
"Stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyuwangi juga menyuplai kebutuhan beras ke Papua, NTT, dan Bali sebagai bagian dari pemerataan stok nasional," kata Dwiana.
Pedagang daging sapi di Pasar Rogojampi, Yuyun, mengaku harga daging relatif stabil, namun penjualan menurun karena berkurangnya kegiatan hajatan pada bulan Muharam.
"Di bulan ini memang jarang orang punya hajatan. Sehingga stok saya kurangi. Kalau lagi ramai itu bisa habis sekitar 1,5 kuintal sehari," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....