BRK Reborn, Bondowoso Bangkitkan Kembali Identitas Republik Kopi
- 08 Jun 2026 18:41 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menghidupkan kembali konsep Bondowoso Republik Kopi (BRK) melalui program BRK Reborn. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kembali identitas Bondowoso sebagai daerah penghasil kopi sekaligus membangun ekosistem kopi yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Setelah sempat meredup dan dibayangi berbagai persoalan, konsep BRK kini dirancang ulang dengan pendekatan yang lebih sesuai perkembangan zaman. Pemerintah daerah juga menyiapkan penguatan branding digital serta kemungkinan pembentukan badan usaha milik daerah (BUMD) baru untuk mendukung pengembangan sektor kopi.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto, mengatakan saat ini pemerintah fokus membangun fondasi utama pengembangan kopi, terutama dari sektor hulu.
"BRK Reborn. Saat ini yang kami lakukan, membangun infrastruktur yang terutama dari hulunya dulu," ujar Hergiar.
Menurutnya, pengembangan sektor kopi tidak dapat dilakukan secara parsial. Karena itu, Diskoperindag menggandeng Dinas Pertanian dan sektor pariwisata untuk membangun ekosistem kopi yang lebih utuh dan berkelanjutan.
"Kami punya kopi specialty yang saat ini agak sudah terkenal, tapi kadang-kadang kurang dapat dukungan dari pemerintah," katanya.
Hergiar menjelaskan, selama ini pengembangan kopi sering kali hanya berfokus pada sektor produksi. Padahal, diperlukan penggerak yang mampu membuka akses pasar sekaligus memperkuat citra kopi Bondowoso di tingkat yang lebih luas.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah mengaktifkan kembali gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) sebagai pusat pengembangan pelaku usaha kopi. Fasilitas tersebut nantinya akan difungsikan sebagai ruang pelatihan, pembelajaran, dan peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM kopi lokal.
Ia menegaskan, BRK Reborn bukanlah konsep baru yang menggantikan BRK sepenuhnya. Pemerintah hanya berupaya melanjutkan gagasan yang sudah ada dengan sentuhan inovasi dan teknologi yang lebih modern.
"Bagaimana konsep yang lama itu, bisa diteruskan dengan semangat baru, dengan teknologi yang baru," ujarnya.
Menurut Hergiar, transformasi pola pemasaran menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan kopi Bondowoso ke depan. Jika sebelumnya promosi masih banyak dilakukan secara konvensional, kini penguatan branding digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.
Melalui BRK Reborn, pemerintah berharap kopi Bondowoso tidak hanya dikenal di pasar offline, tetapi juga mampu bersaing dan memperluas jangkauan pasar melalui platform digital, sehingga posisi Bondowoso sebagai Republik Kopi dapat kembali menguat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....