Ribuan Warga Meninggal di Jember Masih Tercatat Penerima Bansos

  • 08 Jun 2026 12:30 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Verifikasi dan validasi (verval) data kemiskinan ekstrem yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jember, menemukan sebanyak 16.775 warga yang telah meninggal dunia.

Namun, nama mereka masih tercatat dalam data administrasi kependudukan karena status kematiannya belum terdokumentasi dalam sistem.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari kegiatan verval data kemiskinan desil 1 yang melibatkan sekitar 22 ribu aparatur sipil negara (ASN).

Menurutnya, warga yang telah meninggal dunia tersebut masih tercatat dalam sistem karena status kematiannya belum dilaporkan dan belum diterbitkan akta kematian.

“Hasil verval yang dilakukan ASN ada 16.775 warga yang dilaporkan telah meninggal dunia. Namun belum tercatat dalam sistem administrasi kependudukan,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Akibatnya, nama warga yang bersangkutan masih tercantum dalam berbagai basis data pemerintah, termasuk daftar penerima bantuan sosial.

Bambang menjelaskan, selama akta kematian belum diterbitkan, data warga yang meninggal dunia tetap muncul dalam sistem. Sehingga berpotensi memengaruhi akurasi data penerima bantuan.

Karena itu, Dispendukcapil langsung berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan berbagai pihak terkait untuk melakukan pembaruan data kependudukan sekaligus mempercepat penerbitan akta kematian.

“Alhamdulillah kami didukung seluruh kecamatan, desa, kelurahan, RT, RW, dan berbagai unsur masyarakat lainnya. Hampir lebih dari satu minggu kami bekerja lembur,” katanya.

Hingga saat ini, sekitar 13 ribu akta kematian dari total 16.775 data yang ditemukan telah berhasil diproses dan diterbitkan.

Data tersebut selanjutnya telah dikoordinasikan dengan Dinas Sosial Kabupaten Jember untuk dilaporkan ke pemerintah pusat melalui Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial RI.

“Saat ini masih tersisa sekitar tiga ribu data yang terus kami selesaikan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....