Kebakaran Hanguskan 6,5 Hektare Hutan Gunung Watangan Jember
- 10 Agt 2026 21:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Kebakaran hutan di kawasan Gunung Watangan, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menghanguskan sekitar 6,5 hektare lahan Perhutani.
Kebakaran terjadi pada Sabtu (8/8/2026) malam dan dilaporkan padam pada Minggu (9/8) sekitar pukul 01.15 WIB, setelah petugas melakukan penanganan selama beberapa jam.
Anggota TRC Penanggulangan Bencana BPBD Jember, Iwan Mujiarto, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 20.07 WIB melalui pengaduan masyarakat dalam program Wadul Gus’e.
“Petugas kemudian dikerahkan menuju lokasi. Api telah berhasil dipadamkan dan kondisi saat ini dilaporkan aman,” ujarnya, dikutip dari laman PPID Pemkab Jember, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, kondisi vegetasi yang kering serta angin cukup kencang membuat api cepat membesar dan meluas.
Sebelum petugas tiba, warga sekitar turut melakukan pemadaman secara manual untuk menahan pergerakan api. Tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan.
Kebakaran terjadi di kawasan Perhutani Petak 3G1, sekitar tiga kilometer dari permukiman terdekat dan berada di seberang Sungai Bedadung.
Proses pemadaman terkendala akses menuju titik api yang berjarak sekitar empat kilometer. Selain itu, titik api tersebar di sejumlah lokasi dan sebagian berada di atas tebing.
“Penanganan melibatkan BPBD Jember, UPT Pemadam Kebakaran, Perhutani KPH Jember, Polsek dan Koramil Wuluhan, Pemerintah Desa Lojejer, Destana Lojejer, relawan, serta masyarakat,” tambahnya.
Setelah api padam, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan bangunan dalam kejadian tersebut. Namun, belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut.
BPBD Jember mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi lahan yang kering.
Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah atau semak, maupun membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan dan lahan kering.
Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....