DLH Bondowoso Targetkan TPA Paguan Pindah Tahun 2026
- 04 Jun 2026 18:35 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bondowoso menargetkan pemindahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Paguan, Kecamatan Taman Krocok, pada tahun 2026.
Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan tingkat tinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) agar sistem pengelolaan sampah di TPA Paguan segera beralih dari metode open dumping menjadi sanitary landfill.
Kepala DLH Bondowoso, Henry Kurniawan, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan sejumlah persiapan, termasuk menyiapkan lahan seluas sekitar 4,8 hektare di Desa Sumberkokap, Kecamatan Taman Krocok, sebagai lokasi TPA baru.
“Harapannya kita bisa pindah tahun ini,” ujar Henry saat dikonfirmasi, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurutnya, hasil evaluasi pengelolaan sampah tahun 2025 menempatkan Bondowoso dalam kategori pengawasan. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek, yakni anggaran dan regulasi, sumber daya manusia, serta pengelolaan sampah di TPA.
“Pengelolaan sampah di TPA, tiga itu kita rendah sekali. Skor kita 20,68,” katanya.
Henry menjelaskan, kondisi TPA Paguan saat ini sudah mengalami kelebihan kapasitas. Setiap hari, sekitar 67 ton sampah dari 14 kecamatan masuk ke TPA dalam kondisi belum terpilah.
Jumlah tersebut belum termasuk sampah yang belum terangkut, seperti sampah lingkungan dan sampah yang berada di aliran sungai. Padahal, Kabupaten Bondowoso memiliki 23 kecamatan yang berpotensi menghasilkan timbunan sampah lebih besar.
Ia menambahkan, keterbatasan sarana dan tenaga menjadi kendala dalam pengelolaan sampah. Saat ini DLH hanya memiliki delapan truk katrol, tiga dump truck, dan empat kendaraan roda tiga. Sementara jumlah petugas kebersihan dan pengelola sampah hanya 114 orang.
“Idealnya, kalau kita hitung kemarin masih kurang 140-an. Karena itu, kemampuan kita sangat terbatas akhirnya,” ujarnya.
Selain memindahkan TPA dan mengubah metode pemrosesan sampah, Henry menilai pengurangan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Perlu juga pengelolaan sampah dari hulu agar bisa mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA, yaitu dengan mengubah budaya kesadaran pengelolaan sampah pada masyarakat. Ada sesuatu yang harus kita ubah di situ,” jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....