Komunitas Resik Gaungkan Gerakan “Iduladha Minim Sampah” di Jember

  • 27 Mei 2026 18:02 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Menyambut Iduladha 2026, persoalan lonjakan volume sampah kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat saat perayaan hari raya. Kondisi tersebut mendorong Komunitas Resik menggelar gerakan bertajuk “Iduladha Minim Sampah” sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Gerakan tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Jember, agar lebih peduli terhadap dampak ekologis dari aktivitas perayaan keagamaan. Melalui gerakan ini, pengelolaan sampah dipandang bukan sekadar membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga bagian dari tanggung jawab menjaga kelestarian alam.

Pembina sekaligus Founder Komunitas Resik, Andi Nugroho, mengatakan komunitas yang berdiri sejak Januari 2026 itu melibatkan berbagai elemen anak muda di Jember, mulai dari Duta Genre, Green Movement, Gus dan Ning, hingga pengurus OSIS dari berbagai sekolah.

Menurutnya, wadah tersebut dibentuk agar generasi muda dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat secara berkelanjutan.

“Tujuan saya yang awal adalah anak muda di Kabupaten Jember ini bisa melakukan aksi nyata, bukan cuma omong-omong. Kita langsung melakukan action,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam program Jaga Malam di Studio Pro 2 RRI Jember, Senin (26/5/2026).

Dalam dialog tersebut, Komunitas Resik juga menyoroti potensi peningkatan sampah plastik saat proses penyembelihan hewan kurban. Anggota Komunitas Resik, Hendra Prestiawan, menyebut timbulan sampah nasional pada momen Iduladha mencapai ratusan ton.

Ia menjelaskan, pada periode 2024 hingga 2025 diperkirakan terdapat sekitar 608 ton timbulan sampah dengan penggunaan lebih dari 122 juta lembar plastik di seluruh Indonesia untuk distribusi daging kurban.

Hendra yang juga aktif sebagai Humas Balai Taman Nasional Meru Betiri mengingatkan bahaya sampah plastik terhadap ekosistem perairan. Ia mencontohkan penelitian yang menunjukkan dampak mikroplastik terhadap biota sungai akibat pencemaran sampah rumah tangga dan plastik sekali pakai.

Untuk mengurangi potensi sampah tersebut, anggota Komunitas Resik lainnya, Faisal Hidayat dan Iqbaleka, mengajak masyarakat mulai menggunakan alternatif ramah lingkungan dalam pembagian daging kurban.

Masyarakat diimbau membawa wadah sendiri dari rumah atau menggunakan besek bambu maupun daun jati sebagai pembungkus pengganti plastik sekali pakai. Selain itu, panitia kurban juga diminta mengelola limbah darah dan kotoran hewan dengan benar dan tidak membuangnya ke sungai.

Komunitas Resik berharap gerakan “Iduladha Minim Sampah” dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun kebiasaan masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan hidup.

Masyarakat Jember dan sekitarnya juga diajak memulai langkah kecil dari lingkungan rumah masing-masing demi menjaga kebersihan dan kelestarian bumi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....