Jembatan Tètèh Bondowoso Diperbaiki Jadi Permanen
- 18 Mei 2026 20:14 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso – Jembatan Tètèh yang menghubungkan Desa Kejawan, Kecamatan Grujugan, dan Desa Sukowiryo, Kecamatan Bondowoso, kini tengah diperbaiki menjadi jembatan gantung permanen melalui Program Jembatan Garuda Perintis yang dilaksanakan TNI AD bersama Kodim 0822 Bondowoso.
Perbaikan jembatan yang sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir itu dilakukan oleh personel TNI dan pekerja. Saat musim libur, warga sekitar juga ikut bergotong royong membantu proses pembangunan.
Jembatan kayu yang dikenal dengan sebutan Jembatan Tètèh, atau dalam bahasa Madura berarti “meniti”, sejak lama menjadi akses penting warga untuk menuju kawasan Kota Bondowoso dengan waktu tempuh lebih singkat.
Selain menunjang aktivitas perdagangan dan pertanian, jembatan tersebut juga digunakan anak-anak untuk berangkat sekolah dan mengaji.
Kepala Desa Sukowiryo, Beni Meilandika, mengatakan keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat. Terlebih setelah jembatan provinsi penghubung Jember-Bondowoso ambles pada akhir Februari 2026, arus kendaraan yang melintasi jembatan itu semakin meningkat.
“Terima kasih kepada Pak Presiden dan TNI, saya mewakili warga Sukowiryo,” kata Beni.
Warga Desa Sukowiryo, Sadrumo (61), menuturkan jembatan itu diperkirakan sudah ada sejak tahun 1880-an. Awalnya, posisi jembatan berada di sisi utara lokasi saat ini, namun beberapa kali dipindahkan karena terbawa arus sungai.
“Kalau tidak keliru, tahun 1880-an ke atas,” ujarnya.
Menurutnya, jembatan bambu dan kayu tersebut beberapa kali memakan korban, terutama saat musim hujan karena kondisi licin dan minim pengaman.
Sadrumo mengaku pernah menemukan jenazah seorang penjual pisang yang diduga terjatuh dari jembatan sekitar empat tahun lalu.
“Saat mengambil pisang, saya tidak tahu kalau ada sepedanya. Kaget saya, langsung saya lepas. Pas saya lihat ke hilir, ternyata ada orangnya meninggal tersangkut,” kenangnya.
Meski demikian, warga tetap mempertahankan keberadaan jembatan dengan cara swadaya membeli kayu dan bahan bangunan agar tetap bisa dilalui.
Bahkan, Sadrumo turut menyumbangkan pohon kayu jenis nyamplong miliknya untuk memperbaiki jembatan tersebut.
Kini warga menyambut gembira pembangunan jembatan permanen yang disebut akan lebih lebar sehingga kendaraan roda dua bisa melintas berpapasan.
“Dulunya hanya satu sepeda yang bisa lewat, harus bergantian,” ujarnya.
Sebelumnya, Komandan Kodim 0822 Bondowoso, Letkol Inf. Prawito, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bagian dari Program Jembatan Garuda atau Jembatan Perintis yang diinisiasi pemerintah pusat dan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Darat.
Kodim 0822 saat ini membangun empat jembatan di sejumlah wilayah sejak 30 Maret 2026 dan ditargetkan selesai dalam 1,5 hingga 2 bulan.
Salah satunya ialah jembatan sepanjang 45 meter di Sukowiryo yang menghubungkan Desa Sukowiryo dan Desa Kejawan di perbatasan Kecamatan Bondowoso dan Grujugan.
Selain itu, pembangunan juga dilakukan di Desa Sumbersalak sepanjang 35 meter, Desa Gayam Kecamatan Botolinggo sepanjang 30 meter, serta Desa Gadingsari Kecamatan Pakem yang menjadi penghubung Bondowoso dan Situbondo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....