Pelajar SMK Banyuwangi Ciptakan Kompor Berbahan Oli Bekas

  • 11 Mei 2026 10:22 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Siswa SMK Gajah Mada Banyuwangi berhasil menciptakan kompor berbahan bakar limbah cair berupa oli bekas dan minyak goreng bekas pakai atau jelantah. Kompor inovatif tersebut dinilai lebih ekonomis sekaligus ramah lingkungan. Hanya dengan memanfaatkan 1 liter oli bekas atau minyak jelantah, kompor dapat menyala selama 3 hingga 4 jam.

Guru pembimbing Jurusan Otomotif SMK Gajah Mada Banyuwangi, Rusianto, mengatakan ide pembuatan kompor muncul dari keresahan banyaknya limbah oli bengkel dan minyak jelantah rumah tangga yang dibuang begitu saja.

“Padahal limbah cair itu masih bisa dimanfaatkan menjadi bahan bakar alternatif. Dengan begitu, limbah tidak terbuang percuma dan bisa mengurangi dampak negatif bagi lingkungan,” ujar Rusianto, Senin 11 Mei 2026.

Selain faktor lingkungan, inovasi tersebut juga dilatarbelakangi tingginya ketergantungan masyarakat terhadap LPG. Karena itu, kompor berbahan bakar limbah diharapkan menjadi alternatif energi bagi rumah tangga maupun pelaku UMKM kuliner.

“Meskipun menggunakan oli bekas atau jelantah, tidak memengaruhi rasa masakan dan tidak menimbulkan bau,” kata rusianto.

Kompor rakitan tersebut dibuat menggunakan bahan sederhana seperti pipa besi sebagai rangka, blower untuk mendorong bahan bakar, keran pengatur aliran bahan bakar, serta kaleng sebagai ruang pemanas.

Cara penggunaannya pun cukup mudah. Sebelum dipakai memasak, kompor dipanaskan secara manual selama sekitar 5 menit. Setelah itu, bahan bakar dialirkan melalui keran dan blower dinyalakan untuk mengatur besar kecilnya api.

“Kami juga menerima pesanan untuk kebutuhan rumah tangga maupun UMKM. Harganya cukup terjangkau dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” ucap Rusianto.

Inovasi tersebut turut mendapat perhatian Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kamis, 7 Mei 2026. Ipuk mengapresiasi kreativitas para guru dan siswa SMK Gajah Mada Banyuwangi dalam menciptakan solusi energi alternatif berbasis limbah rumah tangga.

“Ini ide kreatif supaya masyarakat tidak hanya bergantung pada LPG. Ternyata ada alternatif bahan bakar yang mudah didapatkan, bahkan dari limbah yang setiap hari dihasilkan di rumah,” ujar Ipuk.

Ia berharap inovasi tersebut terus disempurnakan agar dapat diproduksi secara massal dan dimanfaatkan lebih luas oleh masyarakat.

“Semoga kreativitas ini bisa menjadi motivasi bagi pelajar lain untuk terus menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat,” kata Ipuk.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....