Anak Banyuwangi Usulkan Green Ranger hingga Edukasi Sampah PKK

  • 24 Jul 2026 05:33 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID Banyuwangi – Puluhan pelajar di Banyuwangi mengusulkan pembentukan Green Ranger, perluasan edukasi pengelolaan sampah hingga kelompok PKK, serta penindakan tegas terhadap penebangan pohon liar. Usulan tersebut disampaikan dalam forum Rembug Anak yang digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Pantai Pulau Santen, Kamis 23 Juli 2026.

Sebanyak 50 pelajar SMP, SMA, dan siswa sekolah luar biasa (SLB) mengikuti forum bertema "Anak Beraksi, Lingkungan Lestari, Hak Anak Terpenuhi". Berbagai gagasan yang disampaikan akan menjadi masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan yang lebih ramah anak sekaligus berwawasan lingkungan.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, mengatakan Rembug Anak merupakan forum yang rutin digelar untuk memberi ruang bagi anak-anak menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

"Silakan sampaikan apa yang menjadi keinginan, harapan, maupun keresahan kalian. Semua masukan akan kami dengarkan, kami catat, dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan ke depan," ujar Yayan, sapaan akrabnya, Kamis 23 Juli 2026.

Salah satu usulan datang dari Reyhan Iftitan Ramadhanu, pelajar SMA Muhammadiyah 2 Genteng, yang mengusulkan pembentukan Green Ranger. Program tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelajar dan masyarakat untuk mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan melalui edukasi dan aksi nyata.

Selain itu, peserta juga mengusulkan edukasi pengelolaan sampah diperluas hingga menyasar kelompok PKK agar masyarakat semakin memahami pentingnya memilah dan mendaur ulang sampah. Mereka juga mendorong pemanfaatan media sosial dan videotron sebagai sarana kampanye lingkungan yang lebih efektif.

Aspirasi lain yang mengemuka ialah perlunya penegakan aturan terhadap pelaku penebangan pohon secara ilegal sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana.

"Dan kami bangga dengan anak-anak tadi, mereka sangat antusias menyampaikan ide-idenya terkait lingkungan dan sampah yang memang menjadi isu global saat ini," kata Yayan.

Pemkab Banyuwangi berharap berbagai usulan tersebut tidak berhenti sebagai bahan diskusi, tetapi dapat menjadi bagian dari penyusunan kebijakan daerah yang melibatkan partisipasi anak dalam pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....