Tanoker Gelar Festival Egrang ke-14, Libatkan Lintas Generasi

  • 09 Mei 2026 21:34 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Komunitas Tanoker Ledokombo kembali menggelar Festival Egrang ke-14, sebagai ruang ekspresi kreativitas masyarakat sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional.

Direktur Tanoker, Farha Ciciek mengatakan Festival Egrang tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya. Tapi juga arena gelar karya pelajar mulai tingkat SD hingga SMP serta komunitas seni.

“Festival Egrang kami dedikasikan untuk masyarakat agar bisa berekspresi melalui karya seni, keterampilan, kuliner, hingga inovasi budaya,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026), di Jember.

Menurut Ciciek, kegiatan launching dikemas secara inklusif dan melibatkan lintas generasi, mulai anak-anak hingga lansia.

Berbagai kegiatan digelar dalam launching tersebut. Di antaranya lomba mewarnai bagi anak, lomba senam bagi lansia, kuliner tradisional, hingga pameran kerajinan ramah lingkungan.

“Kami ingin semua terlibat. Ada kegiatan untuk anak-anak, ibu-ibu, lansia hingga pelaku UMKM dan komunitas,” katanya.

Acara puncak Festival Egrang ke-14 akan digelar pada 1 Agustus 2026. Sementara untuk launching Festival Egrang di Pasar Lumpur Sumber Lesung, Ledokombo, Sabtu (9/5/2026), sekaligus untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Dalam penyelenggaraannya, Tanoker bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Jember, Bank Indonesia serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Launching Festival Egrang juga dihadiri Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria yang menjadi keynote speaker dengan tema permainan tradisional di era digital.

Menurut Ciciek, keterlibatan Komdigi menjadi bagian dari upaya membangun dialog antara dunia digital dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

“Dunia maya dan dunia nyata sekarang menjadi dua domain yang tidak bisa dipertentangkan. Yang penting bagaimana kita berdialog di tengah era digital dengan kehidupan nyata sehari-hari,” ujarnya.

Ia menilai permainan tradisional perlu terus direvitalisasi agar tetap relevan bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.

Sejak 2024, Tanoker juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melalui program sekolah prototipe yang memasukkan permainan tradisional egrang ke dalam modul ajar sekolah.

Awalnya program tersebut melibatkan 12 sekolah, namun pada Festival Egrang tahun lalu jumlah peserta meningkat menjadi 20 sekolah dan empat komunitas seni.

“Kesadaran untuk melestarikan egrang sebagai bagian dari budaya bangsa mulai tumbuh bersama,” kata Ciciek.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, Festival Egrang juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku kuliner dan kerajinan lokal di kawasan Pasar Lumpur.

Festival ini turut menghadirkan berbagai permainan rakyat seperti polo lumpur, tarung bantal, balap bakiak, outbound hingga permainan egrang yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Ciciek berharap, Festival Egrang dapat terus menjadi ruang pendidikan karakter, memperkuat jejaring antar sekolah dan komunitas, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....