Wamen Komdigi Dukung Festival Egrang sebagai Ruang Kesehatan Emosional Anak
- 09 Mei 2026 21:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria menghadiri launching Festival Egrang ke-14, di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, pada Sabtu (9/5/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengapresiasi konsistensi komunitas Tanoker dalam menyelenggarakan Festival Egrang. Menurutnya, kegiatan itu tidak hanya menjaga permainan tradisional tetap hidup.
Tapi juga mampu mendorong tumbuhnya ekosistem sosial dan ekonomi masyarakat di Ledokombo maupun Jember.
“Kegiatan ini sangat bagus dan kami memberikan apresiasi tinggi kepada Tanoker Ledokombo atas penyelenggaraan Festival Egrang yang rutin digelar setiap tahun,” ujarnya.
Nezar menilai permainan tradisional seperti egrang masih relevan di tengah derasnya arus digitalisasi, khususnya bagi anak-anak yang kini banyak menghabiskan waktu dengan permainan digital.
Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang jeda untuk bermain secara langsung sekaligus mengasah kecerdasan emosional mereka.
“Permainan tradisional bisa menjadi penyeimbang di tengah kebiasaan anak-anak bermain game digital,” katanya.
Ia menjelaskan, permainan tradisional tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung nilai pengetahuan dan kebijaksanaan.
Melalui permainan egrang, anak-anak bisa belajar menjaga keseimbangan, berkolaborasi, serta memiliki keberanian untuk bangkit dan mencoba kembali saat terjatuh.
“Ada semangat untuk terus berdiri dan mencoba lagi. Nilai-nilai seperti ini penting untuk membangun mental generasi muda agar tidak takut gagal dan mampu bangkit kembali,” ujarnya.
Terkait dukungan pemerintah terhadap Festival Egrang, Nezar mengatakan pihaknya telah berdiskusi dengan Tanoker untuk memperluas sinergi program ke depan.
Festival tersebut dinilai berpotensi mendukung program PP Tunas maupun digital wellbeing atau kesehatan mental digital bagi anak-anak.
“Ini potensial menjadi salah satu kegiatan yang mendukung kesehatan emosional anak di tengah perkembangan era digital,” katanya.
Sementara itu, Penasihat Tanoker Ledokombo, Suporahardjo, menceritakan perjalanan panjang Tanoker yang bermula dari gerakan sederhana bersama anak-anak desa, hingga berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang dikenal secara nasional.
Tanoker bahkan pernah menerima penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) 2018 atas kontribusinya dalam pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas.
Menurutnya, capaian tersebut lahir dari kekuatan gotong royong masyarakat Ledokombo.
“Kami tumbuh bersama komunitas, bersama ibu-ibu, lansia, relawan, dan anak-anak muda. Festival ini bukan hanya milik Tanoker, tetapi milik masyarakat,” ungkapnya.
Festival Egrang Tanoker selama ini dikenal bukan sekadar panggung permainan tradisional, melainkan ruang perjumpaan lintas generasi.
Anak-anak, orang tua, pemuda hingga lansia terlibat dalam gerakan budaya yang menghidupkan kembali permainan rakyat sebagai sarana pendidikan sosial.
Sebagai informasi, launching Festival Egrang yang digelar di Pasar Lumpur tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Jember, Helmi Luqman yang mewakili Bupati, tokoh budaya, komunitas pendidikan, pelaku pariwisata, relawan hingga masyarakat Ledokombo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....