Hardiknas 2026, Share Edu Indonesia Apresiasi Banyuwangi
- 02 Mei 2026 18:25 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Ketua Umum Share Edu Indonesia (SEI), Dr. Shobikhul Qisom, mengapresiasi pelaksanaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi, Sabtu 2 Mei 2026. Kegiatan yang dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti ini dinilai mencerminkan semangat kuat dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.
Qisom menilai tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” relevan dengan semangat para pejuang pendidikan di Banyuwangi. Antusiasme masyarakat dalam mendukung pendidikan berkualitas juga dinilai luar biasa.
“Saya melihat betapa besar antusiasme para pejuang pendidikan di sini. Salah satu poin krusialnya adalah gerakan literasi digital yang menjadi bekal penting bagi masa depan anak-anak kita,” ujar Qisom, Sabtu 2 mei 2026.
Ia menyebut, penguasaan teknologi harus diimbangi dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) guna menjawab tantangan global. Selain itu, kemajuan teknologi juga perlu tetap berpijak pada kelestarian lingkungan.
“Saya juga mengingatkan agar kemajuan teknologi tetap berpijak pada kelestarian lingkungan hidup sebagai warisan untuk anak cucu,” kata Qisom.
Terkait digitalisasi, Qisom menegaskan bahwa hal tersebut merupakan keniscayaan yang harus diarahkan pada konsep digital ramah anak. Tujuannya agar teknologi mampu meningkatkan kesejahteraan manusia dalam ekosistem Society 5.0.
“Pendidikan digital harus membantu kesejahteraan hidup. Dengan pola deep learning yang digagas Pak Menteri, anak-anak Indonesia diharapkan mampu menghasilkan karya inovatif yang orisinal dan berbasis pemikiran mendalam,” ucap Qisom.
Sejalan dengan semangat Hardiknas, SEI berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Al Uswah menggelar Training Social Capital for Educational Leadership di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jumat-Minggu (1–3/5/2026).
Pelatihan bertema “Waktunya Sekolah Anda Menjadi Lebih Unggul” ini diikuti kepala sekolah dan guru dari berbagai daerah, seperti Sidoarjo, Lamongan, Blitar, Tuban, hingga Banyuwangi. Peserta mendapatkan pembekalan dari fasilitator berpengalaman, termasuk dari Bangka Belitung.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok guru mendapatkan materi pemanfaatan modal sosial untuk membangun hubungan dengan siswa, wali murid, hingga pemangku kepentingan.
Selain itu, peserta juga dibekali keterampilan praktis menciptakan pembelajaran kolaboratif, termasuk pembuatan presentasi interaktif berbasis teknologi kecerdasan buatan.
Ketua Share Edu Jawa Timur sekaligus Ketua Yayasan Pendidikan Al Uswah, Karyono, menyatakan bahwa tantangan sekolah saat ini bukan lagi pada sarana prasarana, melainkan kemampuan membangun jejaring.
“Sekolah yang mampu berkolaborasi dan terhubung dengan ekosistem pendidikan akan lebih cepat berkembang. Modal sosial menjadi kunci penting dalam transformasi sekolah menuju keunggulan,” ujar Karyono.
Share Edu Indonesia merupakan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan untuk mendorong peningkatan kecerdasan dan keterampilan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....