Bunga Desa Banyuwangi Serap Aspirasi Warga Purwoharjo

  • 01 Mei 2026 07:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi - Program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa) kembali digelar di Kecamatan Purwoharjo dengan menyasar tiga desa, yakni Kradenan, Purwoharjo, dan Glagahagung. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berdialog langsung dengan warga dan perangkat desa untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi, Kamis, 30 April 2026.

Program Bunga Desa merupakan inisiatif Bupati Ipuk sejak awal menjabat pada 2021. Melalui program ini, Ipuk rutin turun langsung ke desa untuk berdialog dengan warga dan tokoh setempat guna mengetahui kebutuhan riil masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Ipuk menyambangi tiga desa di Kecamatan Purwoharjo. Ia berdialog langsung dengan kepala desa dan perangkat desa untuk mendengar berbagai persoalan di wilayah tersebut.

Dialog berlangsung di sebuah warung desa di tengah hutan jati. Para kepala desa tampak antusias menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur jalan, kesiapan menghadapi kemarau El Nino, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Desa Purwoharjo, Fauzi Amurullah, menanyakan langkah antisipasi menghadapi musim kemarau panjang akibat El Nino yang berpotensi berdampak pada sektor pertanian.

Sementara itu, Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti, memaparkan upaya desanya dalam mendorong kemandirian ekonomi bagi lulusan SMA melalui program pemberdayaan.

“Sebagai kepala desa, kami harus mampu menggali potensi pemuda agar taraf hidup mereka meningkat. Bagi lulusan SMA, kami arahkan ke usaha produktif seperti ternak kambing dan pertanian buah naga,” ujar Mimin.

“Alhamdulillah, sudah ada bukti nyata. Anak yang awalnya kesulitan ekonomi kini bisa melanjutkan kuliah berkat program ternak tersebut,” ungkap Mimin.

Ipuk menjelaskan, program Bunga Desa menjadi sarana untuk menjaring berbagai permasalahan desa secara langsung.

“Ada yang bisa langsung kami eksekusi, ada juga yang penyelesaiannya bertahap. Pertemuan langsung seperti ini juga memudahkan kami menjelaskan kebijakan pemkab,” ujar Ipuk.

Selain menyerap aspirasi, Pemkab Banyuwangi juga menghadirkan berbagai layanan langsung kepada masyarakat dalam setiap kegiatan Bunga Desa. Layanan tersebut meliputi sektor kesehatan, sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Saat pelaksanaan di Desa Kradenan, kegiatan diawali dengan sarasehan kesehatan mental yang diikuti sekitar 120 peserta dengan menghadirkan psikiater. Selain itu, tersedia layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

Pemeriksaan melibatkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (SpOG) serta dokter spesialis jantung (SpJP). Warga yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat langsung dirujuk.

“Dengan pemeriksaan langsung dari dokter spesialis, masyarakat yang membutuhkan penanganan bisa segera tertangani,” ujar Ipuk.

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk juga menyambangi warga yang mengalami kelumpuhan akibat terjatuh dari pohon. Ia menginstruksikan pemerintah desa dan puskesmas setempat untuk memberikan terapi secara rutin.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....