Rumah Tahfidz Gratis di Banyuwangi Layani 96 Santri Lansia
- 01 Agt 2026 12:11 WIB
- Jember
RRI.CO.ID Banyuwangi – Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali di Dusun Krajan I, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, menjadi tempat belajar Al-Qur'an yang berbeda dari kebanyakan. Selain menerima santri anak-anak, rumah tahfidz ini juga secara khusus membuka kelas bagi perempuan lanjut usia (lansia) tanpa dipungut biaya.
Rumah Tahfidz yang berdiri sejak 2022 itu kini membina 96 santri lansia berusia di atas 50 tahun dan 154 santri anak. Seluruh biaya operasional, mulai honor pengajar hingga kebutuhan belajar dan konsumsi santri, ditanggung keluarga besar almarhumah Hj. Sayyidah, penggagas berdirinya rumah tahfidz tersebut.
Ketua Yayasan Assayyidah Al-Ghozali, Lukman Hakim, mengatakan rumah tahfidz itu lahir dari keinginan almarhumah Hj. Sayyidah yang ingin menyediakan tempat mengaji bagi perempuan seusianya. Saat itu, menurutnya, belum banyak lembaga pendidikan Al-Qur'an yang membuka kelas khusus bagi lansia.
"Keinginan ini lahir karena memang belum pernah ada tempat belajar mengaji untuk orang yang berumur di atas 50 tahun. Rata-rata TPQ untuk anak-anak," ujar Lukman, Sabtu 1 Agustus 2026.
Awalnya hanya lima orang yang mengikuti kegiatan mengaji. Namun, jumlah peserta terus bertambah hingga kini mencapai 96 santri lansia yang berasal tidak hanya dari Kecamatan Tegalsari, tetapi juga dari desa dan kecamatan lain di Banyuwangi.
Selain mengaji, para santri lansia juga dibimbing menghafal Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing. Mereka dibagi dalam tiga kelompok, mulai dari yang belum bisa membaca Al-Qur'an hingga yang sudah lancar. Rumah Tahfidz juga menggelar pemeriksaan kesehatan rutin, medical check up setiap tiga bulan, serta senam bersama melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Pengelola sekaligus ustazah Rumah Tahfidz, Nuryatul Mardliyah, mengatakan perkembangan para santri cukup menggembirakan. Bahkan, sejumlah santri lansia telah mampu menghafal beberapa juz Al-Qur'an, sementara salah satu santri anak telah menghafal hingga 25 juz.
"Awalnya mereka hanya ingin belajar mengaji. Lama-kelamaan banyak yang tertarik menjadi penghafal Al-Qur'an," katanya.
Rumah Tahfidz Assayyidah Al-Ghozali resmi diresmikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar, pada Kamis (30/7/2026). Menurutnya, keberadaan rumah tahfidz tersebut membuktikan bahwa belajar Al-Qur'an tidak mengenal batas usia sekaligus menjadi bagian dari upaya melahirkan lebih banyak hafiz dan hafizah di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....