TNI AL dan Banyuwangi Perluas Tanam Kedelai 1.200 Hektare

  • 01 Agt 2026 10:11 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – TNI Angkatan Laut bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas pengembangan budidaya kedelai seluas 1.200 hektare sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai. Program tersebut melibatkan 55 kelompok tani di Kecamatan Tegaldlimo dan Purwoharjo.

Penanaman perdana dilakukan secara simbolis di Desa Purwoagung, Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (31/7/2026). Kegiatan dihadiri Wakil Komandan Komando Daerah TNI AL (Kodaeral) V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Wishnu Krestiawan, serta jajaran Forkopimda.

Dalam program tersebut, TNI AL menyalurkan 60 ton benih kedelai unggul kepada 55 kelompok tani. Bantuan terdiri atas 44,25 ton varietas Grobogan dan 15,75 ton varietas Baluran, serta 10 paket alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung proses budidaya.

Brigjen TNI (Mar) Suwandi mengatakan kedelai merupakan komoditas strategis yang perlu diperkuat produksinya melalui kolaborasi berbagai pihak agar ketergantungan terhadap impor dapat ditekan.

"Kedelai merupakan komoditas strategis, sehingga peningkatan produksi dalam negeri harus menjadi komitmen bersama melalui sinergi pemerintah, TNI AL, dunia usaha, akademisi, dan para petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor," ujar Suwandi.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyebut sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian daerah. Produksi kedelai Banyuwangi juga menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, luas tanam kedelai mencapai 3.040 hektare dengan produksi 6.153 ton. Setahun kemudian meningkat menjadi 3.917 hektare dengan produksi 7.932 ton. Hingga 29 Juli 2026, luas panen telah mencapai 793 hektare dengan produksi sementara 1.586 ton dan diperkirakan terus bertambah seiring berlangsungnya musim tanam.

"Dengan kolaborasi dan gotong royong antara pemerintah, TNI AL, petani, serta seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis produktivitas kedelai di Banyuwangi akan terus meningkat sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional," kata Mujiono.

Selain mendorong peningkatan produksi di tingkat petani, Pemkab Banyuwangi bersama Lanal Banyuwangi juga berkomitmen memperkuat tata niaga pascapanen. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan praktik ijon maupun ketergantungan terhadap tengkulak sehingga harga kedelai di tingkat petani tetap terjaga.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan bakti sosial berupa pembagian paket sembako dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kodaeral Tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....