TKA SD Bondowoso Diikuti 8.124 Siswa

  • 21 Apr 2026 14:36 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Sebanyak 8.124 pelajar kelas VI Sekolah Dasar (SD) negeri dan swasta di Kabupaten Bondowoso mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis komputer secara daring melalui laman tka.kemendikdasmen.go.id. Ujian yang mencakup mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia ini dilaksanakan dalam empat gelombang, dengan gelombang pertama berlangsung pada Senin hingga Selasa, 20–21 April 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan pelaksanaan TKA dibagi menjadi empat gelombang untuk menyesuaikan kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah. “Kita bagi 4 gelombang,” ujarnya.

Ia menegaskan, secara umum pelaksanaan ujian berjalan aman dan lancar meskipun terdapat sejumlah kendala teknis, seperti keterbatasan perangkat komputer dan akses internet di beberapa sekolah. Namun, kendala tersebut dapat diatasi dengan berbagai upaya yang dilakukan pihak sekolah.

Menurutnya, sejumlah sekolah melakukan inovasi dengan memanfaatkan Chromebook bantuan pemerintah pusat, meminjam laptop milik guru, hingga menggabungkan pelaksanaan ujian dengan sekolah lain. “Sebagian ada yang menggunakan Chromebook, ada yang pakai komputer sekolah, ada juga yang gunakan laptopnya guru,” ungkap Taufan.

Ia mencontohkan SDN Koncer 1 yang hanya memiliki 12 siswa dengan keterbatasan perangkat. Untuk menyiasati hal tersebut, enam guru meminjamkan laptopnya sehingga pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi.

Sementara itu, Kepala SDN Sumbersuko 1 Bondowoso, Septyana Agustine, mengatakan sekolahnya akan melaksanakan TKA pada gelombang kedua. Sebanyak 11 siswa dijadwalkan mengikuti ujian dengan memanfaatkan Chromebook bantuan Kementerian Pendidikan.

Septyana memastikan kesiapan jaringan internet di sekolahnya dalam kondisi baik meski berada di wilayah yang jauh dari pusat kota. “Sinyal aman,” katanya.

Di lokasi lain, Kepala SDN Selolembu, Catur Mega Sofianto, menyampaikan pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan tertib dan sesuai prosedur. Seluruh enam siswa peserta ujian hadir dan dapat mengikuti seluruh tahapan dengan lancar.

“Sebelum pelaksanaan, siswa juga telah diberikan pembekalan dan simulasi, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan perangkat saat ujian berlangsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak sekolah juga menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga kelancaran ujian, seperti menyediakan jaringan internet cadangan melalui hotspot seluler serta genset untuk mengantisipasi gangguan listrik. “Kami juga mengantisipasi menggunakan generator atau genset untuk mengantisipasi putusnya sambungan listrik,” terangnya.

Meski jumlah siswa terbatas, SDN Selolembu tetap melaksanakan ujian secara mandiri karena telah memiliki fasilitas pendukung berupa Chromebook dan laptop bantuan pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....