Fawait: 90 Ribu KK di Jember Masih Miskin Ekstrem, Dorong Hutan Sosial
- 14 Apr 2026 22:32 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember – Sekitar 90 ribu kepala keluarga di Kabupaten Jember masih masuk kategori kemiskinan ekstrem. Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, Senin (13/4/2026).
Meski tren kemiskinan menunjukkan penurunan, kata Fawait, persoalan utama kini bergeser ke wilayah pinggiran hutan dan perkebunan.
“Kita tahu bahwa kemiskinan di Jember menjadi masalah yang dalam 10 tahun terakhir ini belum terselesaikan. Hari ini yang menjadi PR adalah kemiskinan di pinggir hutan dan kebun,” ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkab Jember mendorong pemanfaatan program hutan sosial sebagai salah satu solusi konkret.
Di wilayah Jember, terdapat potensi lahan hutan sosial seluas sekitar 36 hingga 38 ribu hektare.
Menurut Fawait, jika lahan tersebut dikelola dan diberikan kepada masyarakat miskin secara tepat sasaran, dampaknya akan signifikan dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.
“Bayangkan jika 38 ribu hektare itu dibagikan masing-masing satu hektare per kepala keluarga, maka sekitar 38–40 ribu kepala keluarga bisa keluar dari kemiskinan ekstrem,” kata dia.
Selain itu, ia juga mendorong peran aktif dua BUMN yang beroperasi di Jember, yakni PTPN dan Perhutani, agar lebih berpihak kepada masyarakat sekitar.
Pemanfaatan lahan perkebunan, baik melalui kerja sama maupun penyerapan tenaga kerja lokal. Ini dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan ekonomi warga.
“Lahan-lahan PTPN di wilayah perkotaan juga bisa dikerjasamakan untuk menggerakkan sektor ekonomi informal, sehingga bisa menekan angka kemiskinan,” kata dia.
Fawait juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat, khususnya dalam pengelolaan hutan sosial.
Ia berharap data kemiskinan yang dimiliki daerah dapat dijadikan acuan agar program yang dijalankan tepat sasaran.
Meski capaian penurunan kemiskinan di Jember tergolong cepat di Jawa Timur, Fawait menegaskan upaya tersebut belum cukup.
“Saya rasa itu belum cukup karena masih banyak masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem,” tambahnya.
Dengan optimalisasi potensi lahan dan kolaborasi lintas sektor, Pemkab Jember optimistis pengentasan kemiskinan ekstrem dapat dipercepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....