Bupati Fawait: Ekonomi Jember Tumbuh Tertinggi di Tapal Kuda

  • 09 Apr 2026 08:04 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Kabupaten Jember mencatat capaian positif dalam kinerja ekonomi sepanjang 2025. Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Dalam pertemuannya bersama lintas sektoral, Selasa (7/4/2026), ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jember menjadi yang tertinggi di wilayah Tapal Kuda dalam lima tahun terakhir.

Peningkatan tersebut juga diikuti lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup signifikan, yaitu 36 persen, tanpa adanya kenaikan pajak maupun retribusi kepada masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi kita mencapai level tertinggi sejak 2020. Yang lebih membanggakan, PAD kita melesat tanpa ada kenaikan beban pajak satu rupiah pun," ujarnya.

Fawait menjelaskan bahwa kunci dari kenaikan PAD tersebut bukan dengan membebani rakyat melalui pajak baru, melainkan melalui dua strategi utama.

Menurutnya, capaian tersebut didorong oleh dua strategi utama, yakni optimalisasi potensi daerah dan penutupan kebocoran transaksi melalui digitalisasi sistem keuangan daerah.

Langkah ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bank Indonesia (BI). Kepala Perwakilan BI Jember, Iqbal Reza Nugraha, mengatakan kemudahan akses pembayaran digital menjadi faktor penting dalam peningkatan PAD.

"Kami melihat adanya korelasi kuat antara kemudahan akses layanan pembayaran digital dengan optimalisasi PAD yang dihimpun oleh Pemkab Jember. Hasilnya terbukti menunjukkan peningkatan tanpa perlu menaikkan beban pajak," ujarnya.

Untuk memperkuat capaian tersebut, BI Jember berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Di tahun 2026 ini, fokus utama kolaborasi akan diarahkan pada penambahan kanal-kanal pembayaran digital di berbagai sektor potensial, termasuk pajak dan retribusi daerah.

Iqbal menambahkan bahwa digitalisasi tidak hanya terbatas pada sektor pemerintahan. Tapi juga merambah ke sektor produktif lainnya seperti pariwisata, layanan kesehatan, serta UMKM.

Selain itu, Pemkab Jember juga menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga di bawah 200 ribu jiwa pada 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui pemerataan pembangunan.

"Fokus kita adalah kantong-kantong kemiskinan yang mayoritas berada di pinggir pedesaan, pinggir hutan, dan pesisir pantai. Itulah filosofi program Bunga Desaku," tambahnya.

Di sektor pariwisata, jumlah kunjungan wisatawan juga menunjukkan peningkatan. Misalnya pada momen Lebaran, kunjungan ke Pantai Papuma dan Watu Ulo melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya.

“Lonjakan wisatawan di Pantai Papuma dan Watu Ulo naik drastis dari 14 ribu kunjungan pada Lebaran 2025, menjadi hampir 60 ribu kunjungan pada tahun ini,” kata dia.

Sementara di bidang investasi, Jember tengah bersiap menerima pembangunan rumah sakit baru dan pabrik pengalengan ikan yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Meski sempat mengalami kenaikan saat Ramadan dan Idulfitri, Pemkab Jember menyebut inflasi mulai terkendali pada Maret.

Pemerintah juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem, termasuk melalui program bantuan sembako dan operasi pasar di tingkat kecamatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....