Harga Plastik Naik 70 Persen, UMKM Banyuwangi Tertekan
- 07 Apr 2026 17:29 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Lonjakan harga kemasan plastik hingga 70 persen dalam tiga pekan terakhir mulai membebani pelaku UMKM di Kabupaten Banyuwangi. Para pedagang kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga jual atau bertahan dengan margin keuntungan yang semakin menipis.
Salah satu pedagang es kelapa muda di Jalan Kepiting, Kecamatan Banyuwangi, Mariani (40), mengaku harga gelas plastik yang biasa ia gunakan melonjak tajam. Dari semula Rp11 ribu per slop, kini naik menjadi Rp21 ribu per slop.
“Naiknya bertahap. Awalnya ke Rp13.500, lalu Rp15 ribu, sekarang sudah Rp21 ribu. Kalau kantong kresek dari Rp6.300 jadi Rp9.700 per pack,” ujar Mariani, Selasa, 7 April 2026.
Kenaikan tersebut cukup membebani karena mayoritas pembeli memilih membungkus minuman. Hanya sebagian kecil pelanggan yang minum di tempat, meski ia telah menyediakan gelas kaca sebagai alternatif.
Meski biaya operasional meningkat, Mariani memilih tidak menaikkan harga jual. Ia masih menjual es kelapa muda Rp5 ribu per gelas demi menjaga pelanggan.
“Kalau mau naikin harga, khawatir pelanggannya pergi,” kata Mariani.
Namun, ia mengaku opsi menaikkan harga tidak bisa dihindari jika harga kemasan terus naik dalam waktu lama.
“Tapi mudah-mudahan jangan naik terus. Kami berharapnya harga bisa turun seperti sebelumnya,” ujarnya.
Berbeda dengan Mariani, pelaku usaha lain mulai menyesuaikan harga jual. Lucky, pemilik kedai es teh hijau kemasan di Kelurahan Tukangkayu, memilih menaikkan harga untuk menjaga keuntungan.
“Naik dari Rp3 ribu, sekarang jadi Rp3.500 per gelas,” kata Lucky.
Kenaikan harga bahan pendukung usaha, menjadi salah satu tantangan dari pelaku UMKM di Banyuwangi. Selain berdampak pada biaya produksi, lonjakan harga kemasan plastik juga berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....