Harga Plastik Melonjak, Pengusaha Sesuaikan Harga
- 07 Apr 2026 15:15 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Menyikapi kenaikan harga plastik, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Diskoperindag Bondowoso bergerak cepat.
Kepala Bidang Perdagangan Diskoperindag Bondowoso Dwi Haryadi mengatakan, bersama pihak terkait pemerintah langsung melakukan rapat koordinasi untuk membahas persoalan tersebut. Tidak hanya kenaikan plastik, tapi sejumlah bahan pokok lainnya juga menjadi perhatian. Pasalnya, kenaikan
" Ini lagi mau bahas soal ini, " katanya saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).
Sementara itu, kenaikan harga plastik akibat perang di Timur Tengah berdampak signifikan terhadap dunia usaha UMKM hingga perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) di Bondowoso.
Salah satu perusahaan air minum di Bondowoso terpaksa menaikkan harga untuk menutupi biaya pembelian bahan baku plastik. Sementara sejumlah pedagang di pasar Bondowoso mengaku kebingungan untuk menaikkan harga karena khawatir dagangannya tak laku.
Jika sebelumnya harga air kemasan gelas hanya Rp. 14 ribu, kini naik jadi Rp 17 ribu.
Menurut Rizky Fareza, Direktur Perusahaan AMDK A3 Fresh O2 di Kecamatan Curahdami, kenaikan terpaksa dilakukan karena harga bahan baku gelas plastik dan penutup gelasnya berubah harga. Dari biasanya Rp 90 per gelas plastik, kini naik jadi Rp 157 hingga Rp 160.
Kenaikan ini terjadi berangsur dari sebelum lebaran. Namun, kenaikan melonjak tajam sejak sepekan ini.
"Setelah lebaran itu, 25 Maret kita naikkan. Tanggal 30 itu kenaikannya luar biasa waktu itu," jelasnya.
Ia mengatakan isu yang diterimanya kenaikan dan langkanya mendapat bahan baku plastik ini diperkirakan akan semakin berat. Pasalnya, ada bahan baku plastik namanya Naptha yang diimpor dari Timur Tengah.
"Itu yang bikin agak susah barang di sini," ujarnya.
Sampai saat ini, kata Rizky, pihaknya tak sampai mengurangi karyawan. Hanya saja, pihaknya takut karena informasinya bahan baku plastik langka. Jika kelangkaan berlanjut maka berdampak pada harga yang kian mahal. Ujungnya akan menurunkan daya beli dan daya permintaan. Bisa-bisa, berdampak pada berhenti produksi.
"Pastinya kan dampaknya berakibat ke berhenti produksi jika sampai seperti itu. Barang langka juga bisa berhenti produksi juga," terangnya.
Sementara itu Penjual Cincau di Pasar Pujer, Bondowoso, Holifah, mengatakan sudah sepekan ini harga kresek dan plastik mahal. Biasanya sebendel kresek merah berisi 10 pack seharga Rp 45 ribu, namun sekarang naik jadi Rp 60 ribu.
Selain itu, tiap pedagang juga dibatasi membeli hanya 50 persen dari pesanan harian 10 bendel. Penyebabnya, karena plastik sekarang sedikit dan harus berbagi dengan pedagang lain.
"Sekarang itu tipis, tidak seperti dulu, mudah sobek gitu," ujarnya.
Dia tak berani menaikkan harga Cincau karena khawatir pelanggan lari. Namun begitu, Holifah menyiasati dengan tak memberi bonus Cincau pada pembeli. Cincaunya dihargai Rp 5.000 per kilogram.
Penggunaan daun tak bisa dilakukannya karena air Cincau sering rembes dan netes. Karena itulah, dia pun mengimbau pembelinya untuk membawa bungkus sendiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....