Pemkab Jember Perkuat SDM Melalui Beasiswa dan Program Sosial

  • 06 Apr 2026 00:40 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program prioritas sepanjang 2025.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyebut realisasi program itu menjadi bagian penting dalam mencetak SDM unggul dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satunya Beasiswa Cinta Bergema. Pada 2025, sebanyak 7.037 mahasiswa telah menerima beasiswa dengan berbagai jalur, mulai dari prestasi hingga afirmasi bagi keluarga kurang mampu.

Penerimanya terbagi beberapa kategori, yakni 1.579 mahasiswa jalur khusus, 2.532 mahasiswa afirmasi dan 1.067 mahasiswa dari kalangan santri dan penghafal Al-Qur'an.

“Sisanya mencakup kategori prestasi, guru, serta perangkat desa," ujar Fawait, Minggu (5/4/2026).

Selain itu, Pemkab Jember juga menyalurkan insentif bagi tenaga sosial dan penggerak masyarakat. Sebanyak 21.399 guru ngaji menerima insentif, dengan total anggaran lebih dari Rp31,92 miliar.

“Paling anyar, pada awal 2026, total yang sudah dicairkan sebanyak 20.699 orang dengan penyerapan anggaran sebesar Rp31.048.500.000,” kata dia.

Di sisi lain, insentif juga diberikan kepada ketua RT dan RW dengan total anggaran mencapai Rp67,12 miliar, serta kepada 14.475 kader posyandu dengan nilai Rp52,21 miliar.

Dalam upaya menekan angka kemiskinan dan pengangguran, Fawait menjelaskan bahwa pemerintah tidak hanya memberikan bantuan konsumtif, tetapi juga perbaikan infrastruktur dasar.

"Kami telah menuntaskan renovasi melalui program bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi 201 keluarga. Ini penting agar standar hidup masyarakat kita meningkat," tambahnya.

Selain itu, skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) juga terus digulirkan. Tercatat ada 28.510 warga kategori miskin dan rentan yang menerima manfaat.

Pemkab Jember juga memberikan perhatian khusus kepada buruh tani tembakau, pekerja pabrik rokok, kelompok disabilitas, serta anak yatim piatu dengan total penerima mencapai 10.980 orang.

Fawait menegaskan, berbagai program tersebut bukan sekadar angka, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia optimistis, capaian ini dapat menjadi fondasi pembangunan Jember yang lebih inklusif dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.

“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti kehadiran pemerintah di tengah kesulitan rakyat," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....