Jember Tumbuh 6,38 Persen, Pemkab Gandeng Perbankan Pacu Ekonomi
- 21 Agt 2026 21:51 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Pemerintah Kabupaten Jember mendorong peran sektor perbankan untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada triwulan pertama 2026 tercatat mencapai 6,38 persen.
Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Pemkab Jember bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI) Jember, dan pimpinan perbankan di Kabupaten Jember, Selasa (18/8/2026).
Kepala OJK Jember, Aris Biduman, mengatakan pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyamakan persepsi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan.
Selain mendorong kinerja perbankan, sektor keuangan diharapkan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya untuk menyamakan persepsi mengenai harapan seluruh pihak. Pertama, agar kinerja perbankan meningkat. Kedua, agar sektor perbankan dapat berfokus mendorong serta mendukung Pemkab Jember dalam memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, melalui rilis.
Sementara itu, Bupati Jember, Muhammad Fawait, mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi 6,38 persen pada triwulan I 2026 menjadi modal untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, angka tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi di kawasan Sekarkijang. Karena itu, pertumbuhan ekonomi Jember dinilai perlu dijaga agar tidak hanya tinggi, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi Jember pada triwulan I 2026 mencapai 6,38 persen, merupakan yang tertinggi di wilayah Sekarkijang. Forum ini menjadi momentum untuk memastikan pertumbuhan tetap tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Fawait.
Fawait menilai pemerintah, investor, dan perbankan memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian. Salah satu yang didorong adalah optimalisasi Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit investasi.
Kabupaten Jember disebut memiliki DPK tertinggi di kawasan Sekarkijang. Pemkab berharap potensi tersebut dapat lebih banyak disalurkan untuk kegiatan produktif dan investasi pada semester kedua 2026.
“Kami mendorong penyaluran DPK dan kredit investasi agar lebih optimal pada semester kedua tahun ini. Langkah ini berujung pada peningkatan pendapatan daerah dan pengentasan kemiskinan,” ujarnya.
Selain sektor pembiayaan, Pemkab Jember juga memaparkan sejumlah agenda pembangunan yang dinilai dapat membuka peluang investasi.
Di antaranya penyempurnaan tata ruang, penataan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), serta rencana investasi pengelolaan sampah dengan nilai sekitar Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.
Pemerintah daerah juga menyiapkan pemanfaatan pembiayaan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk mendukung pembangunan sejumlah infrastruktur dasar.
Untuk menjaga koordinasi, Pemkab Jember, OJK, BI, dan perbankan sepakat mendorong forum komunikasi secara rutin. Forum tersebut diharapkan dapat menjadi ruang koordinasi kebutuhan pembiayaan, investasi, serta berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha di Jember.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....