Fawait: PAD Jember Naik 36 Persen tanpa Tambah Pajak Baru

  • 01 Apr 2026 23:03 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mencatatkan peningkatan signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sepanjang tahun anggaran 2025.

Di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Muhammad Fawait, PAD dilaporkan melonjak lebih dari 36 persen tanpa kebijakan penambahan pajak baru kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Penyampaian Nota Pengantar LKPJ Bupati Jember Tahun Anggaran 2025, Selasa (31/3/2026).

Dalam kesempatan itu, Bupati Fawait menyebut capaian tersebut sebagai hasil strategi peningkatan partisipasi wajib pajak melalui kebijakan yang lebih ringan dan insentif.

Menurutnya, pendekatan ini berbeda dari pola konvensional yang mengandalkan kenaikan tarif. Ia meyakini, penurunan beban pajak justru mendorong lebih banyak masyarakat untuk patuh membayar.

Hal itu kemudian berdampak pada peningkatan pendapatan daerah secara keseluruhan.

"Orientasi saya mungkin berbeda. Saya yakin dengan penurunan pajak, pendapatan kita justru meningkat. Karena jumlah wajib pajak yang membayar akan jauh lebih besar,” kata Fawait.

Strategi tersebut, lanjutnya, pernah diterapkan saat program pemutihan pajak kendaraan dan dinilai berhasil meningkatkan penerimaan. Model serupa kini diaplikasikan di Jember.

Dampak kebijakan itu juga terlihat pada sektor pariwisata. Penurunan harga tiket masuk di sejumlah destinasi seperti Pantai Papuma dan Pantai Watu Ulo disebut mampu mendongkrak wisatawan.

Jumlah kunjungan wisatawan secara signifikan itu turut berkontribusi pada peningkatan PAD. Fawait juga berencana akan menurunkan beberapa jenis pajak pada tahun 2027 mendatang.

Selain itu, indikator ekonomi Jember pada 2025 menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah dilaporkan melampaui rata-rata Provinsi Jawa Timur.

“Jember kini layak dikategorikan sebagai daerah maju, di mana indikator kemajuan tidak hanya dilihat dari pertumbuhan angka, tetapi juga dari distribusi pendapatan masyarakat,” kata dia.

Meski demikian, beberapa program disebut baru akan tercatat dalam perhitungan tahun 2026 akibat kendala administrasi. Namun, pemerintah daerah memastikan seluruh program prioritas tetap berjalan sesuai rencana.

Dengan capaian tersebut, Pemkab Jember optimistis kondisi ekonomi daerah akan tetap stabil pada 2026, meskipun di tengah ketidakpastian ekonomi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....