OJK Jember: Indeks Literasi Rendah, Inklusi Tinggi

  • 13 Agt 2026 01:41 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Otoritas Jas Keuanga atau OJK Jember mengatakan bahwa indeks literasi keuangan di Indonesia tahun ini masih 69,57 persen, lebih rendah dibandingkan dengan indeks inklusi, 93,61 persen.

"Indeks literasi keuangan dan indeks inklusi ini jaraknya cukup tinggi, sekitar 25 persen. Artinya, banyak masyarakat melakukan transaksi keuangan namun tidak tahu risikonya," ujar Aris Budiman, usai acara Literasi dan Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di SMA Negeri 2 Situbondo, Rabu, 12 Agustus 2026.

Aris Budiman menjelaskan, risiko akibat tingginya indeks inklusi yakni, masyarakat rentan mengalami penipuan melalui pinjaman online atau pinjol, investasi ilegal, judi online dan sejenisnya. Oleh karenanya, literasi keuangan harus ditingkatkan.

"Banyak masyarakat terjerumus lewat pinjol, judi online, investasi bodong, dan kejahatan digital lainnya, karena literasi tentang keuangan lemah," tegas Aris Budiman.

OJK bersama Pemkab Situbondo, berkomitmen untuk meningkatkan indeks literasi kenangan. Karena ketika indeks literasi lebih tinggi, maka pemahaman masyarakat akan lebih baik tentang keuangan sehingga tidak mudah tertipu oleh jebakan.

"Ketika indeks literasi semakin tinggi, maka masyarakat tidak lagi mau diiming-imingi. Nah, ini yang akan kita berantas. Kita tekan korbannya sehingga masyarakat tidak lagi kena OJK SLIK," imbuhnya.

Informasi dihimpun RRI, OJK Jember berkolaborasi dengan Pemkab Situbondo dan Bank Jatim melaksanakan kegiatan Literasi dan Implementasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dalam rangka menyambut Hari Indonesia Menabung.

Ada ribuan siswa SMP dan SMA sederajat yang mengikuti kegiatan literasi keuangan. Sebagian atau sebanyak 800 siswa perwakilan dari SMP dan SMA sederajat mendapatkan bantaun tabungan Simpanan Pelajar atau Simpel dari Bank Jatim secara gratis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....