Warga Muhammadiyah Bondowoso Salat Ied di Al Islah

  • 20 Mar 2026 08:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Ratusan warga Muhammadiyah melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di halaman Pondok Pesantren Al Islah, Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, Jumat (20/3/2026) pagi. Salat Ied yang dimulai sekitar pukul 06.30 WIB berlangsung khidmat dengan pengamanan dari personel Polsek setempat.

Usai pelaksanaan salat, para jamaah tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai momen kemenangan setelah menjalani ibadah puasa Ramadan. Jamaah yang hadir tidak hanya berasal dari wilayah sekitar, tetapi juga dari luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, hingga Bali.

Kyai Toha Yusuf Zakaria menjelaskan, penetapan 1 Syawal oleh Muhammadiyah didasarkan pada metode rukyat global. Ia menyebut hilal telah terlihat di Alaska pada 17 Februari 2026, sehingga 1 Ramadan ditetapkan jatuh pada 18 Februari 2026.

“Selanjutnya, saat penentuan 1 Syawal, pada 29 Ramadan hilal tidak terlihat sehingga disempurnakan menjadi 30 hari. Maka hari ini, Jumat 20 Maret 2026, adalah 1 Syawal,” ujar Toha.

Ia menambahkan, perbedaan waktu perayaan Idul Fitri dengan pemerintah merupakan hal yang wajar karena adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah. Pemerintah sendiri diperkirakan menetapkan Idul Fitri sehari setelahnya.

Dalam khutbahnya, Kyai Toha juga menekankan pentingnya sikap rendah hati di tengah perbedaan. Ia mengingatkan agar umat tidak merasa paling benar dalam menjalankan keyakinannya.

“Merasa paling benar itu termasuk kesombongan. Perbedaan seharusnya menjadi rahmat dan sarana mempererat persatuan, bukan sebaliknya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat hubungan persaudaraan, baik sesama Muslim maupun antar sesama manusia. Menurutnya, nilai kebersamaan dan saling menghormati menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....