Kebakaran Lahan di Kawah Wurung Bondowoso Capai Hektaran, Nyaris Merembet ke Kebun

  • 23 Agt 2026 17:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Kebakaran melanda kawasan lahan di sekitar objek wisata Kawah Wurung, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam.

Kobaran api menghanguskan vegetasi di kawasan tersebut hingga mencapai luasan hektaran. Api bahkan nyaris mendekati perkebunan kopi milik warga yang berbatasan langsung dengan area terdampak.

Kepala Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Mohammad Fauzi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, luasan lahan yang terbakar belum dapat dipastikan secara rinci, namun diperkirakan mencapai beberapa hektare.

“Untuk tepatnya berapa luasan yang terbakar belum bisa dipastikan, tapi yang pasti mencapai hektaran,” ujar Fauzi saat dikonfirmasi, Minggu, 23 Agustus 2026.

Terkait penyebab kebakaran, pihak terkait hingga kini belum dapat memastikan sumber api. Namun, Fauzi menduga kebakaran tersebut berkaitan dengan sisa-sisa kebakaran sebelumnya.

Lokasi kebakaran juga sempat menimbulkan kekhawatiran karena berjarak sekitar 1.000 hingga 2.000 meter dari permukiman warga. Sementara jarak dengan perkebunan kopi warga relatif dekat karena kawasan tersebut berbatasan langsung.

“Kira-kira jaraknya 1.000 sampai 2.000 meter dari pemukiman warga. Kalau dengan kawasan perkebunan kopi warga bisa dikategorikan dekat, karena lokasinya memang berbatasan langsung,” katanya.

Upaya pemadaman menghadapi kendala medan yang cukup ekstrem. Meskipun pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), kendaraan pemadam tidak dapat menjangkau seluruh titik api akibat akses menuju lokasi yang sulit.

“Sudah diinfokan ke Damkar. Namun karena lokasi lahan kebanyakan berada di akses yang sulit dijangkau kendaraan, jadi pemadaman disesuaikan dengan kondisi lokasi,” jelas Fauzi.

Untuk mencegah api meluas ke perkebunan dan permukiman, proses pemadaman dilakukan secara manual. Warga bergotong royong bersama personel Perhutani, Polsek, Sub Ramil Kecamatan Ijen, serta unsur terkait lainnya.

Petugas menggunakan teknik gepyok atau mengebas api, serta membuat ruang kosong atau sekat bakar agar kobaran tidak merambat maupun melompat ke area lain.

“Pemadaman menggunakan cara manual, yaitu dengan mengebas api (gepyok) dan membuat ruang kosong atau ilatan (sekat bakar) agar api tidak melompat,” terangnya.

Sementara itu, Camat Ijen, Dias Zulkarnaen, membenarkan kebakaran tersebut. Berdasarkan laporan dari Danposramil, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.00 WIB.

“Iya mbak. Tapi sudah berhasil padam jam 22.00 berdasarkan laporan dari bapak Danposramil,” ujar Dias.

Dias menyebut, dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi dua kali kebakaran di kawasan tangga Kawah Wurung. Kebakaran diduga dipicu kondisi cuaca serta kemungkinan adanya sisa pembakaran sebelumnya.

Meski demikian, kebakaran tersebut dapat segera ditangani petugas di sekitar Kawah Wurung dengan dukungan personel Medco dan Pemerintah Desa setempat.

Pihak terkait terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api di kawasan lahan kering selama kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....