Dua Satpol PP Dikeroyok Remaja di Pendopo Banyuwangi
- 15 Mar 2026 21:37 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi – Dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok remaja di kawasan Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Banyuwangi, Minggu, 15 Maret 2026 sekitar pukul 01.36 WIB. Peristiwa itu terjadi setelah kedua petugas menegur para pemuda yang diduga sedang pesta minuman keras.
Kedua anggota Satpol PP yang menjadi korban yakni AF (32) dan HR (32). Saat kejadian, keduanya sedang berjaga di kawasan pendapa.
Kepala Satpol PP Banyuwangi, Yoppie Bayu Irawan mengatakan, peristiwa pengeroyokan tersebut telah dilaporkan kepada pihak kepolisian dan kini ditangani Polsek Kota Banyuwangi.
“Kami telah melaporkan perkara ini. Kami juga sudah melakukan visum terhadap korban dan saat ini kasusnya ditangani Polsek Kota Banyuwangi,” ujar Yoppie, Minggu 15 Maret 2026.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika dua anggota Satpol PP yang berjaga melihat sekelompok remaja berkumpul di sisi timur Pendapa Sabha Swagata. Para pemuda tersebut diduga sedang pesta minuman keras.
Kedua petugas kemudian menghampiri dan menegur para pemuda tersebut. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan botol minuman keras jenis arak yang sudah kosong dan dibuang ke area TK Pertiwi.
| Baca juga: Bupati Lantik Tiga Kades PAW, Ini Pesannya |
Namun bukannya membubarkan diri, para pemuda tersebut justru melakukan pengeroyokan terhadap kedua petugas.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kedua anggota Satpol PP dipukul dan ditendang secara bersama-sama oleh sejumlah remaja. Bahkan pengeroyokan tersebut sempat berlangsung hingga masuk ke halaman pendapa.
Situasi sempat semakin ramai karena lokasi kejadian berdekatan dengan Masjid Baiturrahman. Saat itu banyak warga yang sedang beritikaf di masjid mendatangi lokasi kerumunan.
Yoppie menyebut warga berdatangan setelah mendengar teriakan maling dari kerumunan tersebut. Sebagian warga juga mengira ada pembagian sahur gratis. Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah anggota kepolisian yang berjaga di kawasan RTH Sritanjung datang dan membubarkan kerumunan.
“Pelakunya sekitar sepuluh orang. Kami melaporkan kasus ini bukan semata-mata untuk menghukum, tetapi juga sebagai pembinaan karena tindakan ini sudah mengarah pada kriminalitas,” kata Yoppie.
Ia juga menyayangkan tindakan para remaja tersebut, terlebih kejadian terjadi pada bulan Ramadan.
“Kami sangat menyayangkan anak muda yang melakukan tindakan seperti ini, apalagi terjadi di bulan puasa. Kami berharap para pelaku segera diamankan dan diberikan efek jera,” ujar Yoppie.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....