Bupati Minta Dekranasda Manfaatkan Medsos Pasarkan Produk Lokal
- 10 Agt 2026 17:21 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Situbondo - Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, selaku Penasehat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), meminta agar Dekranasda memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya.
"Buatlah live tiktok untuk mengenalkan dan menjual produknya. Karena teorinya adalah orang akan memilih kalau dia kenal," ujar Bupati Rio, usai Pelantikan Pengurus Dekranasda di Pendopo Situbondo, Senin, 10 Agustus 2026.
Kata Bupati Rio, pemasaran produk-produk lokal lewat media sosial merupakan bagian dari membangun konektivitas pasar tidak hanya di tingkat lokal namun hingga ke tingkat global.
"Live tiktok untuk memasarkan produk itu sangat efektif ya, makanya banyak pedagang lokal yang bisa merambah pasar global, ya karena mereka terus menerus memasarkan produknya, salah satunya ya live tiktok itu," tegasnya.
Bupati Rio juga berpesan kepada Dekranasda agar memberikan pendampingan kepada para perajin supaya bisa meningkatkan kualitas produk dan merambah pasar global.
"Perajin lokal harus didampingi, mulai dari peningkatan kualitas produk sampai pemasarannya," tegas Bupati Rio.
Kata Bupati Rio, ada tiga hal supaya produk pelaku UMKM layak ekspor di antaranya, harus memahami aturan pemasaran agar terhindar dari sanksi hukum, salah satunya tentang perizinan dan kejujuran informasi produk.
"Ini salah satu cara agar bisa jadi eksportir. Contoh produk kerajinan instrumen dawai berbahan kayu punya Ali Gardi yang sudah merambah pasar global," ungkap Bupati Rio.
Sementara itu, salah seorang perajin instrumen dawai berbahan kayu, Ali Gardy mengaku sejak 2016 sudah menekuni kerajinan dawai dan instalasi bunyi dan sudah merambah pasar global.
"Produk saya ini kan instrumen profesional, jadi yang membeli karena hobi, kolektor, dan musisi. Jadi sekali pesan hanya 2 atau tiga barang saja," ucapnya.
Ali Gardy mengaku telah merambah pasar global seperti Malaysia, Australia, dan Amerika. Namun yang paling banyak memesan yakni Tawau, Malaysia, yang berbatasan dengan Kalimantan Utara.
"Kalau saya ini kan hanya partai kecil ya, pesanan dua atau tiga barang saja. Selain di Indonesia, juga sudah merambah pasar global," tegasnya.
Ali Gardy berharap, kehadiran Dekranasda bisa menjadi pusat diskusi, atau ruang alternatif untuk berbagi pengalaman antar perajin terkait cara-cara pengiriman produk ke luar negeri, utamanya untuk partai besar.
"Banyak keluhan dari perajin partai besar yang kesulitan pengiriman. Menurut saya ini perlu kehadiran Dekranasda. Tapi kalau partai besar seperti kerajinan kayu Akar Dewa di Desa/Kecamatan Kendit itu sudah berpengalaman," bebernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....