Bupati Jember Ajak Pemuda dan Mahasiswa Bersinergi Bangun Daerah

  • 09 Mar 2026 10:56 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar buka puasa bersama sekaligus silaturahmi dengan tokoh pemuda dan mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dengan organisasi kepemudaan serta Badan Eksekutif Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jember.

Bupati Jember, Muhammad Fawait mengatakan forum silaturahmi itu diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan.

Tapi dapat digelar secara rutin sebagai wadah bertukar gagasan untuk pembangunan daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan ide dan masukan dari kalangan pemuda dan mahasiswa yang dinilai memiliki sudut pandang kritis serta mampu menghadirkan pemikiran baru.

“Saya sebagai Bupati Jember membutuhkan banyak masukan dan ide-ide segar, terutama dari adik-adik mahasiswa. Pemikiran mahasiswa biasanya masih sangat orisinal dan out of the box,” ujarnya.

Fawait menambahkan, dialog dengan pemuda dan mahasiswa penting agar pemerintah tidak hanya menerima laporan formal dari organisasi perangkat daerah saja.

Tapi juga memperoleh gambaran kondisi riil yang terjadi di masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kabupaten Jember pada awal masa kepemimpinannya.

Salah satunya, yaitu angka kemiskinan yang masih tinggi. Secara absolut, Jember menempati posisi kedua tertinggi di Jawa Timur, sementara untuk kategori kemiskinan ekstrem menjadi yang tertinggi.

Pemerintah daerah kemudian melakukan berbagai langkah efisiensi anggaran. Di antaranya menunda pengadaan kendaraan dinas, mengurangi kegiatan seminar, serta memangkas belanja yang tidak berkaitan dengan upaya pengentasan kemiskinan.

Anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk memperkuat sektor kesehatan, termasuk memperluas jaminan kesehatan masyarakat melalui program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Kebijakan ini turut membantu memperbaiki kondisi keuangan rumah sakit daerah. Fawait menyebut pendapatan RSUD dr. Soebandi meningkat dari sekitar Rp15 miliar menjadi Rp31 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.

Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga memprioritaskan perbaikan infrastruktur pendidikan. Tercatat sebanyak 1.532 sekolah di Jember sebelumnya mengalami kerusakan berat.

Melalui dukungan anggaran dari APBD dan APBN, sekitar 40 persen di antaranya telah diperbaiki pada 2025. Pemkab Jember juga meluncurkan program beasiswa bagi 20 ribu mahasiswa asal Jember.

Selain itu, pemerintah mengembangkan sistem pengaduan masyarakat bernama Wadul Gus’e, yang memungkinkan warga menyampaikan berbagai persoalan secara langsung kepada pemerintah daerah.

Hingga saat ini, tercatat hampir 12 ribu laporan masyarakat masuk melalui kanal tersebut dengan tingkat penyelesaian sekitar 87 persen.

Di bidang pelayanan administrasi kependudukan, pemerintah juga menyediakan layanan pencetakan KTP di 28 kecamatan di luar wilayah perkotaan, untuk memudahkan masyarakat mengurus dokumen kependudukan.

Dalam kesempatan itu, Fawait juga mengajak mahasiswa tetap menjaga sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah, namun dengan pendekatan yang konstruktif dan disertai solusi.

Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya dilihat dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari keberhasilan menurunkan angka kemiskinan.

“Tujuan utama pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat. Ukurannya jelas, yaitu angka kemiskinan,” tegasnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut ditutup dengan tausiyah keagamaan dan doa bersama dengan harapan seluruh upaya pembangunan dapat membawa Jember Baru, Jember Maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....