Cuaca Ekstrem Tumbangkan Pohon dan Tiang Listrik di Cermee

  • 04 Mar 2026 09:25 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Bondowoso pada Selasa (3/3/2026) sore hingga malam. Dampaknya, sejumlah pohon dan tiang listrik roboh di Kecamatan Cermee, menyebabkan aliran listrik di dua desa padam sejak pukul 19.00 WIB serta akses jalan sempat terhambat akibat material yang melintang di badan jalan.

Dua desa yang terdampak paling parah yakni Desa Bajuran dan Desa Jirek Mas. Pohon tumbang dan tiang listrik roboh membuat kendaraan sulit melintas karena jalur tertutup batang pohon dan tiang beton yang ambruk.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mencatat cuaca ekstrem yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB memicu sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah.

Berdasarkan data sementara BPBD Bondowoso hingga pukul 21.16 WIB, beberapa kejadian yang tercatat antara lain pohon tumbang di Jalan Raya Situbondo Desa Besuk, Dusun Sundeng Desa Botolinggo, Dusun Secang Desa Lumutan Kecamatan Botolinggo, Jalan Raya Ijen, serta Desa Leprak Kecamatan Klabang.

Selain itu, terjadi banjir drainase di Dusun Sentong Desa Sukowiryo dan Desa Koncer Kidul, angin kencang di Dusun Lompang dan Koncean Desa Gayam Kecamatan Botolinggo, serta satu rumah tertimpa pohon di Desa Kupang Kecamatan Pakem.

Petugas BPBD bersama unsur terkait masih melakukan asesmen dan penanganan di sejumlah lokasi terdampak guna memastikan kondisi kembali aman serta akses masyarakat dapat segera normal kembali.

Sementara itu, Camat Cermee, Riski Idham Lukmana, mengatakan sedikitnya empat tiang listrik beton roboh akibat diterjang angin kencang. Selain itu, sejumlah pohon sengon berdiameter besar juga tumbang di beberapa titik.

“Ada empat tiang listrik beton yang roboh, dan banyak pohon sengon berukuran besar ikut tumbang,” ujar Riski.

Ia mengungkapkan, peristiwa tersebut juga menyebabkan seorang pengendara yang melintas tertimpa pohon tumbang. Korban langsung dievakuasi warga dan petugas menuju fasilitas kesehatan terdekat.

“Korbannya dibawa ke puskesmas dan mendapatkan tindakan jahit,” ungkapnya.

Riski menambahkan, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan PLN terkait penanganan listrik padam. Setelah dilakukan pengecekan, diketahui tiang yang roboh merupakan tiang beton sehingga membutuhkan peralatan khusus untuk proses perbaikan.

“Penanganan harus menggunakan alat khusus dari PLN Jember. Kemungkinan baru setelah sahur tim tiba di lokasi karena posisinya berada di tengah hutan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....