Surplus Jagung Banyuwangi Capai 180 Ribu Ton
- 01 Mar 2026 12:33 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Banyuwangi kembali mencatat surplus produksi jagung pada 2025 sebesar 180.754,50 ton. Capaian tersebut disampaikan dalam panen raya jagung kuartal IV di Green Farm, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Sabtu, 28 Februari 2026, yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Berdasarkan data Pemkab Banyuwangi, produksi jagung pada 2025 mencapai 250.596,81 ton atau naik 19 persen dibanding 2024 sebesar 209.078 ton. Sementara kebutuhan jagung daerah hanya 69.842,31 ton, sehingga terjadi surplus signifikan lebih dari 180 ribu ton.
Bupati Ipuk mengatakan capaian tersebut menunjukkan konsistensi Banyuwangi sebagai salah satu lumbung jagung di Jawa Timur. Surplus ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga menopang pasokan untuk wilayah lain.
“Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus jagung. Ini hasil kerja keras para petani serta dukungan berbagai pihak,” ujar Ipuk, Sabtu 28 Februari 2026.
Panen raya di lahan seluas 50 hektare tersebut memiliki produktivitas rata-rata 8–10 ton per hektare. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan produktivitas hingga 10–12 ton per hektare melalui penguatan pendampingan dan inovasi budidaya.
Selain jagung, Banyuwangi juga mencatat surplus beras pada 2025 sebesar 383.258,03 ton dari total produksi 546.923,81 ton. Surplus komoditas pangan tersebut memperkuat posisi Banyuwangi sebagai daerah penopang ketahanan dan kedaulatan pangan di Jawa Timur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....