Jembatan Sentong Ditutup, Pertamina Pastikan Distribusi di Bondowoso Aman

  • 27 Feb 2026 22:50 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Penutupan Jembatan Sentong mengubah pola distribusi logistik di Bondowoso, termasuk penyaluran BBM dan LPG. Meski demikian, ketersediaan energi di wilayah tersebut dipastikan tetap aman.

Hal itu disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, kepada RRI Jember, pada Jumat (27/2/2026). Ia mengatakan, perhatian utama difokuskan pada lembaga penyalur yang berada paling dekat dengan jembatan. Terdapat dua SPBU dan lima SPBE LPG yang berada di sekitar lokasi penutupan.

“Secara umum tidak ada kendala distribusi. Karena sebelumnya kami sudah menyiapkan mitigasi dan jalur alternatif sebelum penutupan itu diberlakukan,” ujarnya.

Penggunaan rute alternatif sempat memicu tambahan waktu tempuh pada awal masa penyesuaian. Armada distribusi harus memutar lebih jauh, terutama untuk menjangkau dua SPBU.

Di antaranya SPBU 54-68201 dan 54-68204, yang berada paling dekat dengan Jembatan Sentong. Namun keterlambatan tersebut hanya terjadi di awal.

“Setelah pola distribusi disesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan, pengiriman saat ini sudah kembali berjalan normal,” kata Ahad.

Ahad menegaskan, bahwa stok BBM dan LPG di Bondowoso tetap dalam kondisi aman, meski armada harus melalui jalur lebih panjang.

Kendaraan distribusi bertonase di atas 8 ton masih dapat melintasi rute alternatif yang tersedia.

“Penyesuaian hanya pada rute dan estimasi waktu tempuh. Selebihnya tidak ada kendala berarti,” katanya.

Pertamina juga berkoordinasi aktif dengan pemerintah daerah dan Satlantas setempat untuk memantau perkembangan perbaikan jembatan.

“Jika akses sudah kembali dibuka, rute distribusi akan dikembalikan ke jalur normal,” tambahnya.

Sementara untuk wilayah Tapal Kuda meliputi Situbondo, Bondowoso, Jember, hingga Banyuwangi, pasokan BBM dan LPG disuplai dari terminal terintegrasi di Banyuwangi.

Ahad menambahkan, jika waktu tempuh distribusi lebih lama dari biasanya, perusahaan telah menyiapkan skema penambahan frekuensi pengiriman.

Namun hingga kini, armada reguler dinilai masih mencukupi untuk menjaga kelancaran pasokan.

Pertamina juga memantau stok di SPBU dan SPBE secara digital. Jika terdeteksi adanya peningkatan kebutuhan atau penurunan stok, pengiriman dapat dilakukan lebih awal.

“Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Distribusi energi tetap berjalan normal. Tidak perlu khawatir,” kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....