Bondowoso Kebut Pembangunan Jembatan Darurat Diperuntukan Pejalan Kaki

  • 14 Apr 2026 13:42 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menargetkan pembangunan jembatan darurat di kawasan Jembatan Sentong rampung dalam 14 hari, menyusul rencana pembongkaran total jembatan lama yang saat ini ditutup untuk seluruh kendaraan.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso mulai membangun jembatan darurat berbahan kayu. Fasilitas ini disiapkan khusus untuk pejalan kaki agar tetap bisa melintasi area tersebut selama proses pembangunan berlangsung.

Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso, Kristianto Putro Prasojo mengatakan, anggaran pembangunan jembatan darurat tersebut sebesar Rp75 juta yang bersumber dari Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Memakai konstruksi kayu,” kata Kristianto.

Ia menjelaskan, jembatan darurat tersebut secara peruntukan hanya untuk pejalan kaki, meskipun secara kekuatan memungkinkan dilalui kendaraan roda dua. Namun, sebelum digunakan, pihaknya akan melakukan uji kelayakan terlebih dahulu.

“Nanti sebelum dibuka, atau digunakan kami akan melakukan pengujian,” ujar Kris.

Proses pembangunan jembatan darurat dimulai pada Minggu, 11 April 2026, dan ditargetkan selesai dalam waktu dua pekan. Dengan demikian, saat Jembatan Sentong dibongkar, warga tetap memiliki akses penyeberangan alternatif yang aman.

“Kami sesuaikan dengan kekuatan kayunya. Maksimal bebannya berapa, tingginya harus berapa. Nanti jalur masuk dan keluarnya kami sesuaikan,” pungkasnya.

Langkah ini diambil agar mobilitas warga tetap terjaga, khususnya bagi pejalan kaki yang selama ini masih nekat menyeberang.

Meski telah ditutup, Jembatan Sentong masih dimanfaatkan warga untuk menyeberang dengan berjalan kaki. Bahkan, muncul jasa penitipan kendaraan atau parkir dadakan di sekitar lokasi untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Dalam beberapa hari terakhir, dua alat berat berupa eskavator dan bore pile telah terlihat di lokasi. Kehadiran alat tersebut menjadi tanda dimulainya proses penggantian jembatan, sehingga akses penyeberangan di jembatan lama tidak lagi dimungkinkan karena akan dilakukan pembongkaran total.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....