Pemkab Jember Siapkan Skema Intervensi Pangan Terpadu

  • 24 Feb 2026 20:15 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Pemkab Jember menyiapkan langkah terpadu untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri.

Pj Sekda Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, mengatakan sejumlah komoditas mulai menunjukkan tren kenaikan harga. Di antaranya cabai rawit merah, daging ayam ras, telur ayam, serta kedelai impor.

“Kami sudah memetakan langkah konkret untuk meredam gejolak harga selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Penguatan pemantauan dan kelancaran distribusi menjadi prioritas,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Helmi menjelaskan, bahwa intervensi akan dilakukan dalam tiga tingkatan sekaligus. Mulai dari produsen hingga konsumen.

“Pada level produsen, Pemkab Jember menyiapkan bantuan stimulan bagi petani serta memperkuat Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga pasokan,” kata dia.

Pemerintah daerah juga menjajaki kolaborasi dengan daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui dukungan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan cabai merah tetap aman.

Di tingkat grosir, Tim Satgas Pangan dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan mengintensifkan inspeksi mendadak ke gudang distributor.

“Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik penimbunan yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga,” tambahnya.

Sementara itu, pada level konsumen, pemerintah akan memperluas Operasi Pasar (OP) dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

Informasi Harga Eceran Tertinggi (HET) juga akan diperbanyak melalui pemasangan banner di pasar rakyat agar masyarakat mendapatkan transparansi harga.

Selain pengendalian harga pangan, Pemkab Jember turut menyiapkan langkah pendukung bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Di antaranya fasilitasi sertifikasi halal bagi pelaku UMKM serta evaluasi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 0 rupiah bagi MBR.

“Sesuai arahan Kementerian PKP, kami tengah mengevaluasi pembebasan BPHTB 0 Rupiah bagi MBR dan mendorong desa-desa untuk mengalokasikan anggaran renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)," kata dia.

Dalam upaya menjaga stabilitas, Pemkab Jember memperkuat sinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember dan Bulog, terutama dalam distribusi beras SPHP di pasar tradisional maupun ritel modern.

Pemkab berharap, melalui langkah kolaboratif tersebut, masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....