Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur Hadapi Cuaca Ekstrem

  • 24 Feb 2026 08:21 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Menghadapi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, PT KAI Daop 9 Jember meningkatkan langkah antisipasi guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro, mengatakan pihaknya melakukan mitigasi menyeluruh. Mulai dari penguatan infrastruktur hingga penyiagaan personel tambahan di sejumlah titik rawan.

“Saat ini fokus utama kami memastikan jalur tetap aman dari potensi gangguan seperti banjir maupun amblesan. Salah satu langkah teknisnya yaitu normalisasi saluran air,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

KAI Daop 9 telah memetakan empat Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) yang menjadi prioritas pengawasan. Di titik-titik tersebut, dilakukan normalisasi saluran air secara intensif untuk mencegah genangan yang dapat menggerus tubuh jalan rel.

Selain itu, personel tambahan turut disiagakan, termasuk Penjaga Terowongan dan Penjaga Daerah Rawan. Operasional Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ) juga ditingkatkan.

Menurut Cahyo, KPJ tidak hanya beroperasi sesuai jadwal rutin, tetapi juga diterjunkan langsung saat hujan deras atau hujan berkepanjangan untuk menyisir jalur. Ini untuk mendeteksi dini potensi gogosan.

“Hal ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi gogosan atau rintangan di atas rel akibat cuaca ekstrem," tambahnya.

Di sisi infrastruktur, modernisasi juga dilakukan pada sejumlah Bangunan Hikmat (BH), seperti jembatan dan gorong-gorong.

Beberapa titik strategis telah ditingkatkan menjadi konstruksi box culvert yang dinilai lebih efektif dalam mengalirkan debit air besar serta meminimalisir risiko penyumbatan material saat cuaca buruk.

“Transformasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan struktur terhadap lonjakan debit air secara drastis,” kata dia.

Beberapa titik strategis yang telah ditingkatkan menjadi Box Culvert antara lain:

BH 314 (Km 71+007): Antara Pasuruan - Rejoso (Jembatan Baja menjadi Box Culvert).

BH 65 (Km 121+178): Antara Leces - Malasan (Jembatan Beton menjadi Box Culvert).

BH 388 (Km 94+635): Antara Bayeman - Probolinggo (Jembatan Beton menjadi Box Culvert).

BH 361 (Km 87+292) dan BH 367 (Km 88+740): Antara Grati - Bayeman (Gorong-gorong Beton menjadi Box Culvert).

Penggunaan Box Culvert dinilai lebih efektif dalam mengalirkan volume air yang besar serta meminimalisir risiko penyumbatan oleh material sampah atau sedimen saat cuaca buruk.

Ia memastikan seluruh jajaran bersiaga penuh selama 24 jam. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak khawatir menggunakan moda transportasi kereta api meski kondisi cuaca kurang bersahabat.

“Kami mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama agar perjalanan tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....