Sampah Kiriman Penuhi Pantai Banyuwangi
- 18 Feb 2026 22:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Banyuwangi - Pengelola destinasi wisata pantai di Banyuwangi mengeluhkan sampah kiriman yang memenuhi kawasan pesisir setiap musim hujan. Kondisi ini terjadi di sejumlah titik pantai dan dinilai membutuhkan penanganan bersama secara komprehensif dari wilayah hulu hingga hilir.
Ketua Pokdarwis Pesona Bahari kawasan Grand Watu Dodol, Abdul Azis, mengatakan sampah kiriman datang hampir setiap hari, datang saat musim hujan. Material yang terbawa arus laut didominasi kayu, bambu, dan ranting pohon.
“Setiap musim hujan pasti ada sampah kiriman, kalau musim kemarau tidak ada,” ujar Azis, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menyebut material tersebut diduga berasal dari kawasan hulu yang terbawa aliran sungai menuju laut. Banyaknya kayu dan ranting yang hanyut dinilai menjadi indikasi adanya persoalan lingkungan di wilayah hulu.
Menurutnya, volume sampah kiriman tergolong besar sehingga cukup menyulitkan proses pembersihan. Meski demikian, seluruh anggota Pokdarwis setiap hari turun langsung membersihkan pantai agar tetap bersih dan nyaman bagi wisatawan.
“Selama ini langsung ditangani sehingga wisatawan tidak sampai tahu. Ini tidak bisa diselesaikan secara parsial. Hulu dan hilir harus bersama-sama kerja menanganinya,” ucap Azis.
Azis menambahkan, fenomena sampah kiriman tidak hanya terjadi di kawasan GWD. Hampir seluruh destinasi wisata pantai di Banyuwangi terdampak, mulai dari wilayah Wongsorejo, Bangsring Underwater, Pantai Cacalan, Pantai Cemara, Pantai Bomo, hingga Gumuk Kantong.
Ia menjelaskan, arah angin juga memengaruhi jumlah sampah kiriman yang mendarat di pantai. Jika angin bergerak ke utara, maka kawasan pantai sisi utara akan menerima kiriman sampah lebih banyak.
“Jadi arah angin ini sangat memengaruhi jumlah sampah kiriman datang,” kata Azis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....