Jembatan Cinta Kembali Putus Diterjang Banjir, Akses Warga Terganggu

  • 13 Feb 2026 13:18 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember – Banjir akibat luapan Sungai Bedadung kembali memutus akses warga di Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, pada Kamis malam (12/2/2026).

Jembatan gantung yang dikenal sebagai Jembatan Cinta dan menjadi penghubung antar kecamatan itu, roboh sekitar pukul 21.00 WIB. Peristiwa ini merupakan yang kedua kali, dalam dua bulan terakhir.

Camat Sukorambi, Musyafak, mengatakan jembatan tersebut putus di kedua sisi sekaligus. Penyangga di bagian utara dan selatan sama-sama roboh, sehingga jembatan tidak dapat digunakan sama sekali.

“Sudah tidak bisa dipakai lagi. Karena semalam juga terputus kanan-kiri. Di ujung utara dan di selatan sama-sama penyanggahnya roboh,” kata Musyafak, saat on air Halo RRI, Jumat (13/2/2026).

Sebelumnya, jembatan yang sama juga putus pada Desember 2025. Saat itu, warga memperbaikinya secara swadaya selama kurang lebih dua pekan hingga akhirnya bisa kembali digunakan.

Jembatan itu berfungsi kembali dengan sistem bergantian dan penjagaan di kedua ujung. Namun banjir pada Kamis malam, menyebabkan kerusakan yang lebih parah dibanding sebelumnya.

“Putusnya jembatan berdampak langsung pada mobilitas warga, terutama pelajar SD, SMP, hingga SMK, serta para pekerja yang biasa melintas dengan berjalan kaki maupun sepeda,” kata dia.

Warga kini harus memutar melalui Jalan Raya Ajung–Mangli dengan tambahan jarak sekitar tujuh kilometer. Waktu tempuh yang biasanya 15 menit kini menjadi sekitar 45 menit hingga satu jam.

Pemerintah kecamatan telah melaporkan kejadian ini ke Pemerintah Kabupaten Jember. Tercatat, terdapat tiga jembatan di Jember yang roboh akibat banjir, termasuk di wilayah Panti dan Sukorambi 2.

Selain kerusakan jembatan, banjir juga merendam wilayah RW 2 dan RW 7 di timur Terminal Tawangalun. Sebanyak 33 kepala keluarga terdampak.

Meski demikian, air dilaporkan telah surut sejak tengah malam dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing.

Sebagai langkah antisipasi, aliran listrik di sekitar jembatan sempat diputus oleh pihak PLN guna mencegah risiko korsleting maupun sengatan listrik.

“Langkah ini dilakukan menyusul adanya laporan korban meninggal akibat tersengat listrik di wilayah Rambipuji,” tambahnya.

Untuk kebutuhan dasar warga, Musyafak memastikan secara umum masih tercukupi. Sementara kondisi banjir di Sukorambi sendiri telah surut sejak sekitar pukul 00.00 WIB.

Pihak kecamatan bersama aparat kepolisian telah memasang garis polisi di sekitar jembatan, agar tidak ada warga yang nekat melintas.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif hingga ada langkah perbaikan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....