Warga Sambut Baik Pembangunan Jembatan Perintis Garuda
- 25 Mei 2026 13:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Harapan warga di perbatasan Desa Sumbersalak, Kecamatan Curahdami dan Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan, mulai terwujud setelah pembangunan Jembatan Perintis Garuda dari Presiden Prabowo Subianto mulai dikerjakan. Tiang penyangga jembatan gantung sepanjang 20 meter itu kini sudah terpasang kokoh.
Selama bertahun-tahun, warga di dua desa tersebut harus berjibaku dengan jembatan bambu swadaya yang kerap hanyut diterjang banjir saat musim hujan. Jembatan itu menjadi akses utama masyarakat untuk aktivitas ekonomi, pertanian hingga pendidikan.
“Kadang-kadang waktu musim hujam terus di bawah itu digerus. Akhirnya jembatan itu roboh,” ujar Bahrawi, warga setempat.
Menurutnya, warga harus bergotong royong memperbaiki jembatan hampir setiap tahun. Bahkan dalam tahun ini saja, jembatan bambu tersebut sudah dua kali rusak akibat banjir.
“Swadaya, iya. Bambunya itu kadang hampir seratus pohon,” katanya.
Saat jembatan putus, aktivitas warga praktis lumpuh. Anak-anak sekolah harus memutar jauh, bahkan sebagian nekat menyeberangi sungai dengan risiko tinggi.
“Yang saya kasihan itu sama anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Bahrawi menjelaskan, sebelumnya banyak anak dari Desa Wonosari bersekolah ke Desa Sumbersalak maupun sebaliknya. Namun karena jembatan sering rusak, sebagian akhirnya memilih pindah sekolah.
Selain pendidikan, aktivitas ekonomi warga juga terdampak. Banyak petani yang memiliki lahan sawah di desa seberang terpaksa menunggu air sungai surut selama berhari-hari agar bisa menyeberang.
“Kadang-kadang selama lima hari, tujuh hari tidak ke sana,” imbuhnya.
Sementara itu, Tim Teknis Jembatan Perintis Garuda, Agung Kris menjelaskan, jembatan tersebut akan menggunakan struktur jembatan gantung dengan alas kayu mahoni.
“Panjang jembatannya ini rencananya 20 meter, lebarnya 1,20 meter,” jelasnya.
Jembatan itu diperuntukkan bagi pengguna sepeda motor dan pejalan kaki. Dalam proses pengerjaannya, pembangunan juga melibatkan tenaga warga setempat, khususnya untuk pekerjaan bangunan dasar.
“Kalau untuk pekerja batunya kita menggunakan orang setempat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....