UIN KHAS Jember Ikuti Sarasehan Nasional

  • 26 Jan 2026 15:12 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember melalui Fakultas Dakwah turut berpartisipasi dalam Sarasehan Nasional dan Kongres Nasional Forum Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FORDAKOM) bersama Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) yang digelar di Hotel Mahima, Semarang, pada Sabtu, 25 Januari 2026 hingga Senin, 26 Januari 2026.

Keikutsertaan UIN KHAS Jember dalam forum nasional ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan Fakultas Dakwah, Dr. Uun Yusufa, serta Ketua Jurusan Psikologi dan Konseling Islam, Dr. Muhib Alwi. Kehadiran tersebut menjadi bentuk komitmen UIN KHAS Jember dalam memperkuat arah dan pengembangan keilmuan dakwah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Sarasehan nasional ini dihadiri para dekan, wakil dekan, dan akademisi ilmu dakwah dan komunikasi dari berbagai PTKI di Indonesia. Acara dibuka oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Nizar Ali, M.Ag, dengan menghadirkan Ketua APDII Prof. Mohammad Sulthon, Ketua FORDAKOM Prof. Hasan Sazali, serta narasumber Prof. Syukriadi Sambas dan Prof. Nur Syam.

Kegiatan ini digelar sebagai respons akademisi dakwah terhadap dinamika perubahan sosial dan kelembagaan, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak untuk menegaskan dakwah tidak hanya sebagai praktik keagamaan, tetapi juga sebagai disiplin ilmu yang sistematis, kokoh, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Ketua APDII, Prof. Mohammad Sulthon, menegaskan bahwa sarasehan ini bertujuan memperkuat body of knowledge keilmuan dakwah.

" APDII berkomitmen mengawal pengembangan program studi agar tetap berada pada koridor akademik dan tidak menyimpang dari karakter dasar ilmu dakwah " ujar Mohammad Sulthon.

Dalam forum diskusi, para peserta menyoroti pentingnya pemetaan pohon ilmu dakwah yang jelas, mulai dari aspek epistemologi, metodologi, hingga ranah aplikatif. Pemetaan tersebut dinilai strategis dalam pengembangan kurikulum, riset, serta pengabdian kepada masyarakat di fakultas dakwah PTKI.

Menanggapi wacana pemetaan program studi di lingkungan Kementerian Agama, Prof. Nur Syam menegaskan bahwa program studi di Fakultas Dakwah dan Komunikasi memiliki karakter keilmuan yang berbeda dengan Fakultas Adab dan Humaniora. Menurutnya, Ilmu Pemberdayaan Masyarakat Islam, Bimbingan dan Konseling Islam, serta Manajemen Dakwah tidak dapat dipaksakan berada di bawah Fakultas Adab dan Humaniora.

Melalui keikutsertaan dalam sarasehan nasional ini, UIN KHAS Jember berharap dapat berkontribusi aktif dalam merumuskan arah penguatan keilmuan dakwah serta memperkuat peran Fakultas Dakwah dalam menjawab tantangan masyarakat dan perkembangan zaman.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....