UINKHAS Jember Perkuat Strategi Keterbukaan Informasi Publik

  • 14 Jun 2026 12:16 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Situbondo - Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UINKHAS) Jember memperkuat strategi keterbukaan informasi publik untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperoleh predikat informatif.

Rektor UINKHAS Jember, Prof. Dr. Hepni Zein mengatakan, untuk memperkuat strategi keterbukaan informasi publik, para Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) UINKHAS Jember, mengikuti Bimtek selama dua hari.

Bimtek Penguatan Informasi Publik digelar pada Jumat dan Sabtu, 12-13 Juni 2026 di Bukit Langit Campventure Banyuwangi, dengan membedah instrumen Self Assessment Questionnaire (SAQ) bersama Komisi Informasi (KI).

Peserta juga memperoleh penguatan mengenai pengelolaan informasi dan komunikasi dari Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Dr. Thobib Al-Asyhar.

Dalam paparannya, Thobib menegaskan bahwa keterbukaan informasi tidak lagi dapat dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan menjadi fondasi penting bagi peningkatan reputasi dan daya saing perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN).

“PTKN adalah lembaga publik yang dibiayai negara. Karena itu, keterbukaan informasi bukan pilihan, tetapi kewajiban. Informasi yang mudah diakses dan dapat dipercaya akan memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus meningkatkan reputasi institusi,” ujar Thobib.

Menurut dia, terdapat lima pilar yang perlu diperkuat agar PTKN mampu menjadi institusi yang informatif, yakni transparansi dan akuntabilitas publik, peningkatan daya saing di era global, pencegahan disinformasi dan hoaks, penguatan branding institusi, serta pelayanan publik yang efektif dan humanis.

Thobib menilai keterbukaan informasi menjadi faktor penting dalam membangun citra perguruan tinggi di tengah kompetisi yang semakin ketat. Kampus yang aktif memanfaatkan website, media sosial, dan publikasi ilmiah akan lebih mudah dikenal serta dipercaya oleh masyarakat dan para mitra.

“Reputasi tidak hanya dibangun oleh prestasi, tetapi juga oleh komunikasi yang baik. Informasi yang terstruktur, konsisten, dan mudah diakses akan memperkuat citra PTKN sebagai kampus yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman,” kata Thobib.

Ia juga mengajak PTKN belajar dari praktik terbaik sejumlah kampus kelas dunia seperti Massachusetts Institute of Technology (MIT), Harvard University, dan University of Oxford yang menjadikan keterbukaan informasi sebagai bagian dari budaya akademik.

Menurut Thobib, universitas-universitas tersebut tidak hanya membuka akses terhadap laporan tahunan, capaian riset, maupun kebijakan akademik, tetapi juga mengembangkan sistem informasi digital yang terintegrasi, repository terbuka, hingga layanan berbasis kecerdasan buatan untuk mempercepat pelayanan kepada sivitas akademika.

“Universitas top dunia menunjukkan bahwa keterbukaan informasi bukan ancaman, melainkan modal untuk membangun kepercayaan publik dan reputasi internasional,” ujarnya.

Selain mendorong keterbukaan, Thobib mengingatkan pentingnya menjaga etika informasi dan perlindungan data. Menurut dia, transparansi harus berjalan seiring dengan keamanan data, privasi, dan tata kelola informasi yang bertanggung jawab.

Penguatan kapasitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan informasi publik di lingkungan UIN KHAS Jember. Sebelumnya, pada hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik 2025, UIN KHAS Jember berhasil meraih nilai 89,89 dengan predikat “Menuju Informatif”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....