Cuaca Ekstrem Picu Penyakit Diare, ISPA, DBD
- 25 Jan 2026 07:05 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jember mencatat peningkatan sejumlah penyakit, seiring cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Penyakit yang paling banyak ditemui berkaitan dengan kebersihan air, perubahan suhu, serta meningkatnya populasi nyamuk. Hal itu disampaikan Ketua IDI Jember, dr. Ali Shodikin.
Ali menjelaskan bahwa pada musim hujan, penyakit yang dominan secara epidemiologis adalah infeksi saluran pencernaan.
Kasus yang sering ditemukan antara lain diare dan demam tifoid (tipes), yang umumnya dipicu oleh konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.
“Musim hujan sangat berkaitan dengan kebersihan air dan makanan. Karena itu, kasus infeksi saluran pencernaan seperti diare dan tipes cukup banyak kami temui,” ujarnya, saat on air Halo RRI.
Selain itu, kondisi cuaca yang lebih dingin serta paparan air hujan juga memicu peningkatan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Baik pada saluran pernapasan atas seperti batuk dan pilek, maupun saluran pernapasan bawah yang dapat berkembang menjadi pneumonia,” tambahnya, Minggu (25/1/2026).
Genangan air yang muncul di lingkungan permukiman turut meningkatkan risiko demam berdarah dengue (DBD). Menurut Ali, air tergenang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue.
| Baca juga: Atap Rumah Warga Rusak akibat Angin Kencang |
“Sejak akhir Desember hingga Januari ini, kasus demam berdarah mulai menunjukkan tren kenaikan. Hampir setiap hari ada pasien DBD yang datang berobat,” kata dia.
Meningkatnya jumlah kasus penyakit tersebut berdampak pada kepadatan layanan kesehatan di Jember. Ali menyebut, sejumlah rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta, mengalami tingkat keterisian yang tinggi.
Bahkan, pasien kerap harus menunggu di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebelum mendapatkan ruang perawatan.
“Kami mohon pengertian masyarakat karena pelayanan bisa menjadi lebih padat. Tenaga kesehatan tetap berupaya memberikan layanan sebaik mungkin,” katanya.
Sebagai dokter anak, Ali juga menyoroti tingginya kasus diare pada anak-anak. Ia menjelaskan, anak-anak rentan terpapar kuman saat bermain di genangan air kotor, seperti di jalan, selokan, atau area yang tergenang hujan.
“Air hujan yang sudah bercampur dengan tanah dan limbah di jalan atau selokan sangat berisiko. Anak-anak yang bermain di situ bisa tertular melalui tangan atau air yang tertelan,” ujarnya.
Untuk mencegah penyakit di tengah cuaca ekstrem, IDI Jember mengimbau masyarakat menjaga daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang, cukup istirahat, dan aktivitas fisik yang aman.
Orang tua juga diminta mengawasi anak agar tidak bermain di genangan air kotor serta menghindari kebiasaan hujan-hujanan.
“Pastikan anak minum air yang bersih, bisa diberikan minuman hangat, madu, atau vitamin bila diperlukan. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan dan kesehatan sehari-hari,” kata dia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....