Green Intellectual Capital Jadi Sorotan dalam Forum Riset

  • 22 Jan 2026 23:09 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember — Konsep green intellectual capital menjadi perhatian utama dalam forum riset internasional yang digelar Universitas Muhammadiyah Jember (Unmuh Jember) bersama Cotabato State University, Filipina, Rabu 21 Januari 2026. Kegiatan bertajuk “Global Minds and Shared Discoveries: The Cotabato State University and Universitas Muhammadiyah Jember International Research Exchange Forum” ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh akademisi dari Indonesia dan Filipina.

Dalam forum tersebut, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unmuh Jember, Dr. Astrid Maharani, S.E., M.Akun., tampil sebagai presenter dengan memaparkan hasil penelitiannya yang berjudul “How Green Intellectual Capital Creates Firm Value: Sustainability Performance as the Key Signalling Mechanism”. Penelitian ini mengkaji bagaimana green intellectual capital mampu menciptakan nilai perusahaan dengan menjadikan kinerja keberlanjutan sebagai mekanisme sinyal utama bagi investor dan pemangku kepentingan.

Dr. Astrid menjelaskan bahwa green intellectual capital terdiri atas tiga komponen utama, yakni green human capital, green structural capital, dan green relational capital. “Ketiga komponen ini merepresentasikan kapasitas perusahaan dalam mengelola pengetahuan, sistem, serta hubungan eksternal yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kuantitatif dengan objek perusahaan sektor basic materials yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil riset menunjukkan bahwa green intellectual capital berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun, pengaruh tersebut menjadi lebih kuat ketika dimediasi oleh kinerja keberlanjutan (sustainability performance) yang berperan sebagai sinyal kredibilitas perusahaan. “Di era ekonomi hijau, kinerja keberlanjutan tidak lagi sekadar pelengkap laporan perusahaan, melainkan indikator penting dalam pengambilan keputusan investasi,” tegas Dr. Astrid.

Materi yang disampaikan mendapat perhatian peserta karena relevansinya dengan isu global Environmental, Social, and Governance (ESG), ekonomi berkelanjutan, serta transformasi praktik bisnis ramah lingkungan. Diskusi interaktif yang berlangsung secara daring juga membuka peluang pengembangan riset kolaboratif lintas negara antara Universitas Muhammadiyah Jember dan Cotabato State University.

Melalui partisipasi aktif dalam forum riset internasional ini, Universitas Muhammadiyah Jember menegaskan komitmennya dalam berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global sekaligus mendorong riset-riset yang mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....