Diskoperindag Bondowoso Revitalisasi Resi Gudang Sumberwringin
- 25 Mei 2026 17:19 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso berencana mengaktifkan kembali Sistem Resi Gudang (SRG) di Kecamatan Sumberwringin. Revitalisasi aset milik Pemkab Bondowoso yang dibangun sekitar tahun 2014 hingga 2016 itu menjadi salah satu pekerjaan rumah penting pemerintah daerah.
Kepala Diskoperindag Bondowoso, Hergiar Yuli Pramanto mengatakan, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan untuk menghidupkan kembali fungsi resi gudang tersebut.
"Kita sudah komunikasi dengan Bappebti," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Hergiar, kondisi fisik bangunan saat ini membutuhkan perbaikan serius sebelum kembali dioperasikan. Karena itu, Diskoperindag akan mencoba mengusulkan anggaran perbaikan agar bisa masuk paling cepat pada tahun 2027.
“Kami akan mencoba mengusulkan penganggarannya agar bisa masuk paling cepat pada 2027,” jelasnya.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran perbaikan mencapai sekitar Rp2 miliar lebih. Namun jika tahap awal bisa mendapatkan alokasi sekitar Rp1 miliar, hal tersebut dinilai sudah cukup membantu untuk menangani kerusakan mendesak.
| Baca juga: Bulog Bondowoso Lampaui Target Serapan Gabah |
Pasalnya, terdapat kerusakan struktural cukup berat pada tembok sisi timur bangunan yang hampir roboh. Selain itu, sejumlah fasilitas penunjang juga mengalami kerusakan.
"Gedung sekitarnya yang menjadi pendukung juga banyak kaca pecah dan kerusakan lainnya," imbuh Hergiar.
Selain pembenahan fisik bangunan, Diskoperindag juga menilai penguatan kelembagaan pengelola menjadi faktor penting agar sistem resi gudang dapat berjalan optimal. Pengelolaannya nanti dimungkinkan bekerja sama dengan institusi yang memiliki kapasitas dalam menjalankan sistem resi gudang.
Meski demikian, upaya revitalisasi tersebut masih terkendala keterbatasan anggaran daerah di tengah kebijakan efisiensi. Untuk tahap awal, pemerintah daerah berharap ada alokasi bertahap guna memperbaiki kerusakan paling prioritas.
Tak hanya difungsikan sebagai sistem resi gudang, kawasan tersebut juga direncanakan menjadi pusat pengolahan kopi untuk mendukung petani dan pelaku UMKM kopi Bondowoso. Sejumlah peralatan pengolahan kopi milik pemerintah, mulai dari mesin roasting hingga alat penyajian kopi, akan ditempatkan di lokasi tersebut.
“Harapannya nanti petani dan UMKM tidak hanya menjual kopi mentah. Dari cherry bisa diolah menjadi green bean, lalu berkembang menjadi roasted bean hingga bubuk kopi. Jadi, nilai tambahnya bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....