Harga Telur dan Cabai Naik jelang Ramadan
- 12 Feb 2026 15:44 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso: Menjelang Ramadan 2026, harga telur dan cabai di Kabupaten Bondowoso mulai mengalami kenaikan. Kenaikan tersebut terjadi di sejumlah pasar, terutama Pasar Induk Bondowoso, dalam sepekan terakhir akibat pasokan yang berkurang dan meningkatnya permintaan masyarakat.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga telur ayam ras kini mencapai Rp 29.500 per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya sekitar Rp 27 ribu per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada cabai merah besar yang kini dijual sekitar Rp 30 ribu per kilogram, dari harga sebelumnya Rp 25 ribu.
Sementara itu, harga cabai rawit di Pasar Induk Bondowoso dijual dengan harga bervariasi di tiap pedagang. Kisaran harganya mencapai Rp 87 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai ini tercatat sudah berlangsung selama dua hari terakhir.
Pemilik Toko Faren di Pasar Induk Bondowoso, Jumaati, mengatakan kenaikan harga telur sudah terjadi hampir sepekan. Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kenaikan tersebut.
“Kurang tahu ya, apa karena makanannya naik,” jelas Jumaati saat dikonfirmasi pada Kamis, 12 Februari 2026.
Meski harga mengalami kenaikan, Jumaati menyebut masyarakat tetap membeli telur dan cabai karena merupakan kebutuhan pokok sehari-hari. Hal serupa disampaikan Naira, pemilik warung makan pecel di Bondowoso.
Menurut Naira, kenaikan harga cabai terjadi sejak dua hari terakhir. Namun, ia memilih tidak menaikkan harga jual makanannya karena khawatir kehilangan pelanggan.
“Tetap membeli walau mahal, cuma mengurangi sedikit porsinya, harga jual tetap. Karena kalau dinaikkan konsumen malah tak jadi beli,” jelas Naira.
| Baca juga: Harga Cabai Rawit Banyuwangi Masih Tinggi |
Ia menduga kenaikan harga cabai disebabkan minimnya pasokan dari petani. Selain itu, banyak tanaman cabai yang rusak akibat penyakit sehingga tidak bisa dipasarkan.
Keluhan juga disampaikan Sri Ningsih, warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Ia mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga cabai di pasaran.
“Hari ini beli cabai Rp 2 ribu cuma dapat tujuh biji. Diulek semua itu pagi tadi,” ujarnya.
Sementara itu, Tim Satgas Pangan Kabupaten Bondowoso yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso bersama Kepala Bulog, TNI, dan Polri menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Induk Bondowoso pada Kamis pagi, 12 Februari 2026. Sidak tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan.
Sekda Bondowoso Fathur Rozi mengatakan, secara umum ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat masih dalam kondisi aman. Namun demikian, ia mengakui terdapat beberapa komoditas yang harganya relatif tinggi, terutama cabai rawit dengan kualitas baik.
“Kenaikan ini perlu menjadi perhatian bersama agar ke depan bisa ditekan melalui langkah-langkah strategis,” kata Fathur Rozi.
Ia menambahkan, untuk komoditas telur dan daging ayam, harga masih terpantau stabil. Meski begitu, pemerintah daerah tetap mengantisipasi potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang bulan Ramadan.
“Ke depan menjelang Ramadan akan ada permintaan yang cukup tinggi sehingga ini perlu antisipasi,” jelasnya.
Selain memantau harga pangan, tim Satgas Pangan juga mengecek ketersediaan LPG subsidi ukuran 3 kilogram. Hasil pemantauan menunjukkan stok LPG di tingkat SPBE, agen, hingga pangkalan masih dalam kondisi aman dan distribusi berjalan sesuai peruntukan.
Fathur Rozi mengakui sempat terjadi kelangkaan LPG beberapa waktu lalu. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Kami mengimbau masyarakat yang mampu agar tidak menggunakan LPG subsidi. Kepada agen dan pangkalan, penyaluran harus benar-benar sesuai ketentuan, termasuk verifikasi pembelian berbasis NIK,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....