Pemkab Lumajang Perkuat Kendali Inflasi Ramadan
- 24 Feb 2026 11:56 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026 guna menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat. Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dipimpin Bupati Lumajang, Indah Amperawati, di Hall Ranu Kumbolo Hotel Aston Inn Lumajang, Senin, 23 Februari 2026.
Bupati yang akrab disapa Bunda Indah menegaskan periode Ramadan dan Idulfitri selalu diikuti lonjakan permintaan bahan pokok yang berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi sejak dini. Karena itu, pengendalian inflasi menjadi prioritas pemerintah daerah.
“Stabilitas harga adalah bagian dari perlindungan sosial. Ketika harga terkendali, masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan hari besar dengan lebih tenang,” ujar Indah.
Melalui TPID, Pemkab Lumajang memperkuat pemantauan harga harian pada komoditas strategis seperti beras, cabai, minyak goreng, gula, telur, dan daging. Pengawasan dilakukan hingga tingkat pasar tradisional guna memastikan kondisi riil di lapangan sekaligus mencegah lonjakan harga yang tidak wajar.
Selain pemantauan, penguatan pasokan menjadi fokus utama melalui koordinasi dengan distributor, produsen, dan daerah pemasok. Kelancaran distribusi juga diperhatikan untuk mengantisipasi hambatan logistik yang berpotensi memicu kelangkaan dan gejolak harga.
“Kita tidak hanya memantau harga, tetapi memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar. Pengendalian inflasi harus dilakukan dari hulu hingga hilir,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemkab Lumajang menyiapkan intervensi berupa operasi pasar dan pasar murah apabila terjadi kenaikan harga signifikan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga di tengah meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
Di sisi lain, penguatan komunikasi publik juga dilakukan agar masyarakat memperoleh informasi harga yang transparan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memperparah tekanan inflasi. Dengan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, Pemkab Lumajang optimistis tekanan inflasi musiman dapat dikelola secara efektif sehingga stabilitas sosial dan ekonomi rumah tangga tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....