Antisipasi Gejolak Harga, Pemkab Bondowoso Siapkan Pengendalian

  • 20 Jan 2026 13:44 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Pemkab Bondowoso telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian harga menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Di antaranya dengan melakukan pemantauan harga harian di pasar, menggelar gerakan pangan murah dan pasar murah, serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Agung Nurhidayat saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

“Kami juga mengedukasi pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan atau memanfaatkan momen Ramadan dan Idul Fitri untuk memainkan harga,” ujarnya.

Ia menambahkan, persepsi masyarakat yang menganggap harga pasti naik saat Ramadan kerap dimanfaatkan oleh oknum pelaku usaha. Padahal, menurutnya, ketersediaan komoditas strategis sejatinya masih mencukupi.

Karena itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying dan tidak menimbun barang secara berlebihan.

“Belanjalah sesuai kebutuhan. Komoditas ini sebenarnya cukup tersedia,” tegas Agung.

Pemerintah daerah juga memastikan intervensi terus dilakukan, baik melalui dukungan Bulog dalam penyediaan komoditas strategis maupun pengawasan stok dan distribusi di pasar, termasuk pengawasan peredaran LPG.

" Masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam berbelanja dan stabilitas harga tetap terjaga menjelang Ramadan dan Idul Fitri, " terangnya.

Lebih jauh Agung menerangkan bahwa dari hasil pemilahan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan harga menjelang Ramadan antara lain beras, daging ayam, telur ayam, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Komoditas tersebut dinilai sebagai kebutuhan utama masyarakat saat memasuki bulan puasa.

Agung menyebutkan, secara historis daging ayam memiliki potensi kenaikan harga yang cukup besar. Selain itu, telur ayam tercatat mengalami kenaikan sekitar 14–15 persen, cabai merah sekitar 15 persen, dan cabai rawit bahkan berpotensi naik hingga 20–22 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....