Gethuk Singkong, Camilan Tradisional yang Tak Lekang Zaman
- 31 Agt 2026 20:29 WIB
- Jember
Gethuk menjadi salah satu makanan tradisional yang hingga kini masih diminati masyarakat. Terbuat dari bahan dasar singkong yang diolah hingga lembut, gethuk memiliki cita rasa manis dan tekstur khas yang membuatnya tetap bertahan di tengah maraknya kuliner kekinian.
Penjual gethuk asal Kebonsari Jember, Lusia Irawati, mengatakan, dirinya memilih menjual gethuk karena makanan tradisional tersebut masih memiliki peminat dari berbagai kalangan.
“Gethuk ini makanan tradisional yang dari dulu sudah dikenal masyarakat. Sampai sekarang masih banyak yang suka, karena rasanya sederhana, manis, dan cocok untuk camilan,” ujar Lusia Irawati, Senin 31 Agustus 2026.
Menurut Lusia, salah satu daya tarik gethuk terletak pada bahan dan proses pengolahannya yang sederhana, namun menghasilkan rasa yang khas. Singkong menjadi bahan utama yang kemudian diolah hingga memiliki tekstur lembut sebelum diberikan tambahan rasa.
“Bahan utamanya singkong. Singkongnya diolah sampai lembut, kemudian diberi rasa dan dibentuk. Walaupun sederhana, kalau pengolahannya tepat rasanya bisa enak,” katanya.
Lusia mengungkapkan, menjaga kualitas bahan menjadi salah satu hal penting dalam mempertahankan cita rasa gethuk. Singkong yang digunakan harus memiliki kualitas baik agar menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang sesuai.
“Yang paling penting bahan bakunya bagus. Kalau singkongnya bagus, hasil gethuk juga lebih enak dan teksturnya lembut,” ungkapnya.
Selain mempertahankan rasa tradisional, Lusia juga berupaya membuat tampilan gethuk tetap menarik bagi konsumen. Menurutnya, tampilan makanan menjadi salah satu pertimbangan pembeli sebelum memutuskan untuk membeli.
“Sekarang orang tidak hanya melihat rasa, tetapi juga tampilannya. Jadi kami berusaha membuat gethuk tetap terlihat menarik, tetapi cita rasa tradisionalnya tidak kami hilangkan,” tutur Lusia.
Ia menambahkan, keberadaan makanan tradisional seperti gethuk perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Hal tersebut dinilai penting agar kuliner warisan masyarakat tidak kalah dengan berbagai makanan modern yang saat ini semakin beragam.
“Harapannya anak-anak muda juga tetap mengenal dan menyukai makanan tradisional. Jangan sampai makanan seperti gethuk hanya dikenal oleh orang-orang tua saja,” tambahnya.
Gethuk tidak hanya menjadi pilihan camilan, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan proses pengolahan yang relatif sederhana, makanan ini terus memiliki peluang untuk dikembangkan sesuai selera masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....