Jajanan Pasar di Jember Tetap Diminati, Pedagang Andalkan Cita Rasa Tradisional

  • 26 Mei 2026 16:23 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID,Jember- Keberadaan jajanan pasar tradisional di Kabupaten Jember hingga kini masih tetap diminati masyarakat. Beragam kudapan khas seperti klepon, cenil, lupis, nagasari, hingga onde-onde masih mudah ditemukan di pasar tradisional maupun pusat kuliner pagi hari.

Selain dikenal dengan harga yang terjangkau, jajanan pasar juga menjadi pilihan masyarakat karena cita rasanya yang khas dan menggunakan bahan-bahan alami. Di tengah maraknya makanan modern, eksistensi jajanan tradisional dinilai tetap mampu bertahan karena memiliki nilai budaya dan nostalgia tersendiri.

Salah satu pedagang jajanan pasar di kawasan Pasar Tanjung Jember, Siti Aminah, mengaku dirinya telah berjualan selama lebih dari 15 tahun. Ia mengatakan permintaan jajanan pasar cenderung stabil, terutama pada pagi hari.

“Kalau pagi biasanya ramai pembeli, terutama ibu-ibu dan pegawai yang cari sarapan ringan. Banyak yang suka jajanan tradisional karena rasanya khas dan tidak terlalu manis,” ujarnya saat ditemui, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, beberapa jenis jajanan yang paling banyak diminati pelanggan antara lain klepon, lapis kukus, dan putu ayu. Dalam sehari dirinya bisa menjual ratusan potong jajanan dengan harga mulai Rp2 ribu hingga Rp5 ribu per bungkus.

Hal serupa disampaikan oleh pembeli asal Kecamatan Kaliwates, Rina Wulandari. Ia mengaku lebih memilih jajanan pasar dibanding camilan modern karena dianggap lebih alami dan mengenyangkan.

“Kalau jajanan pasar itu rasanya beda, ada unsur tradisionalnya. Saya paling suka cenil sama lupis karena mengingatkan makanan waktu kecil,” katanya.

Sementara itu, pengamat kuliner lokal Jember, Budi Santoso, menilai jajanan pasar memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari wisata kuliner daerah. Menurutnya, promosi melalui media sosial dan inovasi kemasan dapat membantu menarik minat generasi muda.

“Jajanan pasar bukan hanya makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya. Kalau dikemas lebih modern tanpa menghilangkan cita rasa aslinya, tentu akan semakin diminati,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pelaku UMKM dapat terus mendukung keberlangsungan jajanan tradisional melalui festival kuliner, pelatihan usaha, hingga promosi wisata berbasis kuliner lokal.

Dengan cita rasa khas dan harga yang ramah di kantong, jajanan pasar tradisional di Jember diperkirakan masih akan terus menjadi favorit masyarakat lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....