Kue Lumpur, Jajanan Tradisional Tetap Digemari di Tengah Modernisasi
- 16 Apr 2026 09:41 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember : Di tengah maraknya jajanan modern, kue lumpur tetap bertahan sebagai salah satu kuliner tradisional yang digemari masyarakat. Teksturnya yang lembut dengan cita rasa manis gurih menjadikan kue ini cocok dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Kue lumpur dikenal memiliki bahan dasar sederhana, seperti kentang, tepung terigu, santan, gula, dan telur. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan tekstur yang lembut dan sedikit basah di bagian tengah, yang menjadi ciri khas utama kue ini. Biasanya, kue lumpur disajikan dengan topping kismis, kelapa muda, atau irisan buah sebagai pelengkap rasa.
Salah satu penjual kue lumpur di Jember, Suyanto, mengaku bahwa permintaan terhadap jajanan tradisional ini masih cukup tinggi, terutama pada pagi hari dan saat acara tertentu. “Setiap hari selalu ada pembeli, khususnya pagi hari. Banyak yang mencari kue lumpur karena rasanya khas dan mengingatkan pada masa kecil,” ujarnya saat ditemui di kawasan Jember, Rabu (16/04/2026).
Ia menambahkan, menjaga cita rasa tradisional menjadi kunci agar kue lumpur tetap diminati.
“Kami tetap mempertahankan resep lama, dengan bahan yang segar supaya teksturnya lembut dan rasanya tetap gurih manis,” tambahnya.
Selain rasanya yang lezat, harga kue lumpur yang relatif terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Dengan harga mulai dari seribu hingga beberapa ribu rupiah per buah, masyarakat sudah bisa menikmati jajanan tradisional yang mengenyangkan.
Sementara itu, salah satu pembeli, Dina (28), mengaku kue lumpur menjadi jajanan favoritnya sejak kecil.
“Rasanya lembut dan tidak terlalu manis, jadi enak dimakan kapan saja. Apalagi sekarang sudah mulai jarang dijual, jadi kalau ada pasti saya beli,” ungkapnya.
Meski demikian, para pelaku usaha kue lumpur menghadapi tantangan dari menjamurnya jajanan kekinian yang lebih bervariasi dan menarik secara tampilan. Untuk menyiasati hal tersebut, sebagian penjual mulai berinovasi dengan menghadirkan berbagai varian rasa.
“Sekarang kami juga membuat varian rasa seperti cokelat, keju, dan pandan agar lebih menarik bagi anak muda, tetapi rasa aslinya tetap kami pertahankan,” jelas Suyanto.
Pelestarian jajanan tradisional seperti kue lumpur dinilai penting sebagai bagian dari warisan kuliner nusantara. Dengan tetap menjaga cita rasa asli sekaligus berinovasi, diharapkan kue lumpur dapat terus bertahan dan dikenal oleh generasi muda.
Keberadaan kue lumpur tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga menjadi simbol kekayaan budaya kuliner Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....